Berita

Azhar Memorial Garden. (Foto: Dok. AMG)

Nusantara

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

KAMIS, 30 JULI 2026 | 06:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Nama Al Azhar Memorial Garden (AMG) menjadi salah satu yang pertama disebut ketika berbicara tentang pemakaman khusus Muslim modern di Indonesia

AMG merupakan pelopor konsep tersebut sejak pertama kali didirikan pada 2011 oleh Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar. Di tahun 2026, genap 15 tahun AMG berdiri dan menjadi rujukan bagi ribuan keluarga Muslim di Indonesia.

Sebelum kehadiran AMG, konsep pemakaman yang menggabungkan tata kelola profesional dengan kepatuhan penuh terhadap syariat Islam belum banyak dijumpai di Indonesia. 


AMG hadir mengisi kekosongan tersebut, menawarkan pendekatan baru dalam mengelola tempat peristirahatan terakhir bagi umat Muslim -- rapi, tertata, dan tetap Islami.

"Setiap keluarga yang datang kepada kami membawa cerita dan kehilangan yang berbeda-beda. Tugas kami adalah memastikan bahwa di momen paling rapuh dalam hidup mereka, ada tempat yang bisa mereka percaya sepenuhnya, baik dari sisi syariat maupun pelayanan," kata Head of Business Development & Marketing AMG, Reza Hidayatullah, dikutip Kamis 30 Juli 2026.

Reza menambahkan, status AMG di bawah naungan YPI Al Azhar turut memperkuat kepercayaan masyarakat. 

"Nama Al Azhar sendiri sudah menjadi jaminan tersendiri bagi banyak keluarga, karena mereka tahu institusi ini memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga nilai-nilai keislaman," kata Reza.

Di usia 15 tahun, AMG terus memperkuat posisinya sebagai rujukan utama pemakaman Muslim modern di Indonesia -- sebuah pencapaian yang lahir dari konsistensi menjaga nilai syariat sekaligus terus meningkatkan standar pelayanan bagi umat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya