Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Bulgaria Tegaskan Inisiatif Otonomi Maroko Kredibel dan Realistis untuk Sahara

RABU, 29 JULI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Bulgaria menegaskan dukungannya terhadap inisiatif otonomi yang diajukan Maroko sebagai dasar penyelesaian sengketa Sahara.

Sikap itu disampaikan dalam komunike bersama yang diterbitkan setelah percakapan melalui sambungan telepon antara Menteri Luar Negeri Bulgaria Velislava Petrova-Chamova dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita pada Selasa, 28 Juli 2026.

Merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797, Bulgaria menyatakan bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan untuk sengketa tersebut. 


Menurut Bulgaria, inisiatif otonomi Sahara yang diajukan Maroko pada 2007 sejak tahun 2027 itu merupakan dasar yang dapat dipercaya dan realistis untuk diterapkan. 

"Bulgaria menegaskan kembali bahwa pihaknya menganggap usulan otonomi yang diajukan oleh Maroko pada tahun 2007 sebagai dasar yang serius, kredibel, dan realistis untuk mencapai solusi politik yang adil, langgeng, dan saling dapat diterima untuk masalah Sahara Maroko," bunyi Komunike tersebut. 

Dukungan tersebut sekaligus mencerminkan pandangan Bulgaria bahwa inisiatif Maroko dapat menjadi fondasi bagi tercapainya penyelesaian politik yang adil, langgeng, dan dapat diterima seluruh pihak melalui proses yang difasilitasi PBB.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya