Berita

Representative Image (Foto: X)

Dunia

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

SELASA, 28 JULI 2026 | 15:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Chad resmi mengumumkan rencana untuk menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC). 

Pemerintah menilai pengadilan yang dibentuk untuk mengadili pelaku kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan itu belum menunjukkan kinerja yang adil dan efektif, serta dinilai terlalu berfokus pada negara-negara Afrika.

"Keputusan Chad ini diambil setelah peninjauan mendalam terhadap kinerja Mahkamah Pidana Internasional sejak mulai beroperasi pada tahun 2002, serta rekam jejaknya yang efektivitasnya masih terbatas dan tidak merata,” kata juru bicara pemerintah dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa, 28 Juli 2026.


Pemerintah Chad juga menuding aktivitas ICC terlalu terkonsentrasi di Afrika. Dari 13 penyelidikan yang dibuka sejak pengadilan itu berdiri, sembilan di antaranya menyasar negara-negara Afrika, sementara hanya empat kasus berasal dari kawasan lain, tetapi tanpa kemajuan nyata.

Chad juga menyoroti fakta bahwa dari tujuh orang yang saat ini ditahan ICC, enam di antaranya merupakan tersangka dalam perkara yang berasal dari Afrika.

Langkah Chad memperpanjang daftar negara Afrika yang meninggalkan ICC setelah sebelumnya Burkina Faso, Mali, dan Niger mengumumkan keputusan serupa pada September tahun lalu. 

Ketiga negara di kawasan Sahel yang dipimpin pemerintahan militer itu bahkan menyebut ICC sebagai instrumen penindasan neo-kolonial di tangan imperialisme.

Menurut pernyataan yang diunggah di laman resmi Kementerian Luar Negeri Chad pekan lalu, keputusan tersebut juga muncul setelah adanya permintaan dari Amerika Serikat agar Chad meninjau kembali keanggotaannya di ICC. 

Dalam percakapan melalui sambungan telepon, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Afrika disebut menyampaikan keberatan Washington terhadap cara kerja lembaga tersebut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya