Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Buka Peluang Ekspor ke Asia dan Eropa, 50 Ton Kopi Semende Dilirik Pembeli Luar Negeri

SELASA, 28 JULI 2026 | 11:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hasil panen kopi dari 23 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Sumatera Selatan berhasil menarik minat para pembeli  (buyer) komoditas internasional. 

Dalam ajang Seller Meet Buyer yang digelar di Aula GOR Desa Penyandingan, Semende Darat Laut, pada Rabu 23 Juli 2026 lalu, sekitar 50 ton kopi Semende diminati untuk diekspor ke kawasan Asia dan Eropa Timur.

Pertemuan bisnis ini terlaksana berkat kolaborasi antara Balai Perhutanan Sosial Palembang, Pilar Nusantara Sumsel, dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan. Agenda ini dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan petani KUPS secara langsung dengan buyer, offtaker, hingga eksportir guna membangun kemitraan ekonomi berkelanjutan yang saling menguntungkan.


Sumatera Selatan sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kopi Robusta terbesar di Indonesia. Kopi asal kawasan dataran tinggi Semende, Kabupaten Muara Enim, memiliki reputasi tinggi berkat karakternya yang khas: aroma kuat serta keasaman yang seimbang. Pengelolaan kawasan ini dinilai berpotensi besar menjadi penopang ekonomi hijau berbasis kelestarian hutan.

Pengembangan komoditas kopi ini selaras dengan pesatnya pertumbuhan Perhutanan Sosial di Sumsel, yang kini menaungi 226 Kelompok Perhutanan Sosial dan lebih dari 400 KUPS. Selain kopi, masyarakat juga memproduksi karet dan madu melalui skema agroforestry.

Untuk memastikan kualitas produk, para pembeli diajak berpartisipasi dalam sesi coffee cupping guna menilai langsung cita rasa dan aroma kopi yang ditawarkan. Komitmen kerja sama tersebut kemudian ditegaskan melalui penandatanganan Letter of Intent (Surat Pernyataan Minat) yang akan dilanjutkan ke tahap negosiasi transaksi komersial.

Salah satu buyer menekankan pentingnya mempertahankan sistem agroforestry dalam budidaya kopi Semende. Pola tanam ini tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menghasilkan keunikan rasa yang menjadi keunggulan kompetitif di pasar global yang kian peduli pada isu lingkungan.

Acara yang dibuka oleh Kabid Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Dishut Sumsel, Syafrul Yunardi, ini dihadiri lebih dari 200 peserta. Selain KUPS dari KPH Semende, Kikim Pasemah, dan Dempo, hadir pula perwakilan Bank Indonesia, lembaga pengelola hutan desa/adat, serta para pelaku usaha. 

Melalui ajang ini, komoditas Perhutanan Sosial diharapkan makin berdaya saing dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat lokal.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya