Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Perubahan perilaku konsumen di era digital memaksa pelaku industri pemasaran mengubah peta bisnisnya.
Menjawab pergeseran tersebut, jaringan agensi Feel Good Network memperkuat ekosistem bisnisnya dengan menunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai dua agensi kreatif utama.
Langkah konsolidasi ini diambil untuk merespons meningkatnya permintaan merek (brand) terhadap layanan pemasaran terintegrasi; mulai dari strategi kreatif, analisis data, hingga penjualan berbasis platform (social commerce).
CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, menilai pertumbuhan bisnis saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan kampanye kreatif, melainkan membutuhkan eksekusi yang langsung berdampak pada penjualan (bottom-line).
"Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Ini membutuhkan fondasi brand yang kuat, arah strategis yang jelas, dan kemampuan menerjemahkan ide menjadi momentum yang terukur di seluruh funnel," ujarnya.
Di dalam ekosistem ini, Innercircle menggarap strategi merek berstandar global untuk klien seperti Pizza Hut, Indofood, hingga VinFast. Sementara BRICKS berfokus pada integrasi data dan kreativitas untuk mendorong kinerja penjualan secara langsung.
Model bisnis berbasis dampak ekonomi ini terbukti pada kampanye Nivea Deodorant yang digarap BRICKS. Strategi yang menghubungkan perilaku konsumen dengan social commerce tersebut mengklaim lonjakan nilai penjualan daring (Gross Merchandise Value/GMV) hingga 139 persen, nilai imbal hasil media (earned media value return) 37 kali lipat, dan 273 juta impresi dalam 30 hari.
Co-Founder & Managing Director BRICKS, Stephanie Putri Fajar, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan agensi saat ini adalah kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis klien.
"Kami tidak mengukur scope dari apa yang kami hasilkan, tetapi dari angka bisnis yang berhasil digerakkan," katanya.
Integrasi layanan ini sekaligus melengkapi langkah ekspansi regional Feel Good Network di Asia Tenggara, menyusul peluncuran Tales Asia di Malaysia, demi menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital lintas negara.