Berita

Iran kecam serangan Ukraina di Laut Kaspia (Unggahan akun X @araghci)

Global

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

SENIN, 27 JULI 2026 | 10:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan Ukraina terhadap sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang pelaut "tidak dapat dibiarkan tanpa balasan". 

Menurutnya, serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam unggahannya di platform X pada Minggu, 26 Juli 2026, Araghchi menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memerintahkan serangan terhadap kapal dagang Iran. Ia juga menuduh serangan itu dilakukan atas dorongan Israel untuk menyeret negara-negara Eropa semakin dalam ke konflik yang sedang berlangsung.


"Zelenskyy telah menyerang kapal dagang Iran, menewaskan seorang pelaut. Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," tulis Araghchi, dikutip Senin, 27 Juli 2026.

Araghchi mengatakan sikap Iran tersebut telah ia sampaikan dalam percakapan telepon terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, serta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran memanggil Kuasa Usaha Ukraina di Teheran untuk menyampaikan protes resmi atas dugaan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu pelaut dan melukai beberapa awak kapal lainnya.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu mengklaim negaranya berhasil melancarkan serangan jarak jauh yang efektif di Laut Kaspia. Dalam pernyataannya di X, ia menyebut serangan tersebut menargetkan kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut kargo militer yang melibatkan Iran, serta sebuah kapal perang.

Hingga saat ini, belum ada informasi independen yang dapat memverifikasi klaim kedua belah pihak mengenai rincian serangan maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Ketegangan ini diperkirakan semakin memperburuk hubungan antara Iran dan Ukraina di tengah konflik regional yang terus berkembang.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya