Berita

Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Istimewa)

Politik

MUI Jadi Pelita Moral Bagi Indonesia Selama 51 Tahun

SENIN, 27 JULI 2026 | 05:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Selama lebih dari lima dekade, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menjadi bagian penting dalam perjalanan umat dan bangsa, sekaligus menjadi ruang berhimpunnya para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Muslim dalam menjaga nilai-nilai keislaman, merawat persatuan, serta menghadirkan panduan moral di tengah berbagai perubahan zaman.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengatakan, sejak berdiri pada 26 Juli 1975, MUI terus menjalankan peran strategis sebagai pelayan umat, penjaga akhlak bangsa, penguat ukhuwah, dan pemberi nasihat keagamaan bagi umat, masyarakat, dan pemerintah. 

Di tengah dinamika sosial yang terus berubah, MUI tetap menjadi salah satu rujukan penting dalam menjaga keseimbangan antara nilai agama, kemaslahatan umat, dan kepentingan kebangsaan.


“Terima kasih kepada para ulama, zu’ama, cendekiawan Muslim, dan seluruh jajaran MUI yang selama ini terus membersamai umat, menjaga ukhuwah, menuntun umat, dan memberi arah bagi bangsa. Selama 51 tahun, MUI telah menjadi pelita moral yang sangat penting bagi Indonesia,” kata Fahira dalam keterangan tertulisnya, Minggu 26 Juli 2026.

Senator Jakarta ini menilai, salah satu kontribusi besar MUI adalah kemampuannya merawat persaudaraan di tengah keberagaman umat dan bangsa. MUI tidak hanya hadir sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial yang terus menguatkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan persatuan Indonesia.

Menurut Fahira, dalam banyak momentum, MUI telah membuktikan diri sebagai institusi yang mampu memberikan panduan keagamaan secara bijaksana, sejuk, dan relevan, baik dalam isu ibadah, keluarga, ekonomi syariah, produk halal, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, lingkungan hidup, maupun dinamika kebangsaan.

“Di sinilah pentingnya MUI terus menjadi penyejuk, perekat, sekaligus penuntun agar umat memiliki pegangan yang kokoh di tengah perubahan zaman,” kata Fahira.

Fahira Idris yang juga cucu dari Prof. KH. Hasan Basri, Ketua Umum MUI periode 1984?"1998, menyampaikan bahwa perjalanan MUI tidak bisa dilepaskan dari keikhlasan, ilmu, dan pengabdian para ulama terdahulu. Menurutnya, para pendiri dan pimpinan MUI dari masa ke masa telah meletakkan fondasi penting agar MUI terus menjadi rumah besar umat Islam Indonesia.

Fahira menilai, tantangan MUI ke depan semakin kompleks. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, persoalan keluarga, perlindungan anak, ketahanan moral generasi muda, polarisasi sosial, hingga dinamika kehidupan berbangsa membutuhkan panduan keagamaan yang kokoh, bijaksana, dan mudah dipahami masyarakat.

“Saat ini dan ke depan generasi digital membutuhkan panduan agama yang kokoh, tetapi juga komunikatif dan relevan dengan kehidupan mereka,” pungkas Fahira.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya