Berita

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. (Foto: Dok. RMOL)

Hukum

Isu Menyerang Febrie Adriansyah Diduga Bagian dari Corruptor Fights Back

MINGGU, 26 JULI 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu dan narasi negatif yang belakangan mengarah kepada mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah diduga bagian dari strategi corruptor fights back untuk melemahkan Kejaksaan Agung.

Pengamat Hukum Pidana, Kamilov Sagala menilai, serangan terhadap figur yang selama ini identik dengan penanganan perkara korupsi besar bukanlah sesuatu kebetulan. Pola ini kerap muncul ketika lembaga penegak hukum tengah berada pada puncak kinerjanya.

"Ketika Kejaksaan Agung berhasil menangani berbagai perkara korupsi besar dan menyita aset bernilai ratusan triliun rupiah, tentu ada pihak-pihak yang merasa terusik. Narasi yang menyerang figur sentral seperti Febrie dapat dimanfaatkan untuk membendung agresivitas Kejaksaan," kata Kamilov dalam keterangannya, Minggu, 26 Juli 2026.


Ia menilai keberhasilan Direktorat Jampidsus dalam mengusut sejumlah kasus korupsi kelas kakap telah mengganggu kepentingan para pelaku korupsi maupun mafia hukum. Karena itu, isu dugaan penemuan aset yang terus bergulir di ruang publik diduga dimanfaatkan untuk membangun opini negatif terhadap institusi Kejaksaan.

"Ini merupakan upaya membendung keberhasilan yang selama ini diraih. Prestasi yang dibangun bertahun-tahun coba digoyang melalui propaganda dalam waktu singkat," ujarnya.

Menurut Kamilov, serangan balik tersebut juga diduga bertujuan melemahkan mental para penyidik agar tidak lagi agresif mengusut perkara-perkara korupsi besar yang melibatkan aktor-aktor berpengaruh.

Karena itu, ia menilai jawaban paling tepat terhadap berbagai tudingan tersebut adalah tetap konsisten menegakkan hukum.

"Jika dalam proses persidangan maupun upaya hukum lanjutan jaksa mampu membuktikan secara lugas dan substansial kesalahan para terdakwa, kepercayaan publik akan semakin kuat. Dengan sendirinya, serangan balik itu akan kehilangan legitimasi," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya