Ilustrasi Profil Febri Diansyah, Eks Juru Bicara KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah (Sumber: Instagram/febridiansyah.id)
Nama Febri Diansyah kembali menjadi sorotan publik setelah resmi menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mendampingi Febrie Adriansyah saat menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Febri mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima surat kuasa untuk mendampingi mantan Jampidsus tersebut sehari sebelum pemeriksaan. Penunjukan ini dilakukan setelah pengacara sebelumnya, Hotman Paris Hutapea, mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.
Penunjukan Febri Diansyah kembali menarik perhatian publik mengingat rekam jejaknya sebagai aktivis antikorupsi sekaligus mantan pejabat KPK yang kini berprofesi sebagai advokat.
Profil Febri DiansyahFebri Diansyah lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007.
Usai lulus kuliah, Febri bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW). Selama kurang lebih sembilan tahun, ia aktif mengawal berbagai kasus korupsi dan mengawasi jalannya proses peradilan di Indonesia.
Namanya mulai dikenal luas pada 2011 ketika vokal mengawal kasus korupsi yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
Karier di KPKPengalaman panjang di ICW mengantarkan Febri bergabung dengan KPK sebagai pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi. Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi Juru Bicara KPK pada awal Desember 2016.
Selama menjabat sebagai juru bicara, Febri menjadi wajah KPK dalam menyampaikan perkembangan berbagai perkara korupsi besar yang menjadi perhatian masyarakat. Ia kerap memberikan keterangan pers terkait sejumlah kasus besar, di antaranya korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menjerat Setya Novanto dan kasus proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
Namun, pada September 2020, Febri memutuskan mengundurkan diri dari KPK di tengah polemik revisi Undang-Undang KPK yang bergulir sejak 2019.
Mendirikan Kantor HukumSetelah meninggalkan KPK, Febri mendirikan Visi Law Office bersama mantan aktivis ICW, Donal Fariz. Kala itu, ia sempat menyampaikan komitmen bahwa kantor hukumnya tidak akan menangani perkara korupsi.
Belakangan, mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Biro Hukum KPK, Rasamala Aritonang, turut bergabung sebagai partner di kantor hukum tersebut. Meski demikian, perjalanan karier Febri sebagai advokat justru banyak diwarnai pendampingan terhadap sejumlah klien dalam perkara besar yang menyita perhatian publik.
Deretan Kasus Besar yang Pernah Ditangani Febri Diansyah1. Kuasa Hukum Putri Candrawathi
Salah satu keputusan yang paling menjadi sorotan publik adalah ketika Febri bergabung dalam tim kuasa hukum Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk mantan penyidik KPK Novel Baswedan, Yudi Purnomo, hingga Indonesia Corruption Watch (ICW).
Banyak pihak menilai langkah tersebut bertolak belakang dengan rekam jejak Febri sebagai aktivis antikorupsi.
2. Menjadi Pengacara Syahrul Yasin Limpo
Pada 2023, Febri kembali menjadi sorotan setelah menerima kuasa sebagai pengacara mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat perkara dugaan korupsi di Kementerian Pertanian masih berada pada tahap penyelidikan KPK. Bersama Rasamala Aritonang, ia mulai mendampingi Syahrul sejak 15 Juni 2023.
Febri saat itu menyebut salah satu alasannya menerima kuasa hukum karena melihat adanya dinamika politik menjelang Pemilu 2024. Namun, pada November 2023, ia memutuskan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Syahrul setelah dirinya dicegah bepergian ke luar negeri dan menyatakan tidak ingin kondisi tersebut membebani kliennya.
3. Tim Kuasa Hukum Hasto Kristiyanto
Nama Febri kembali mencuat ketika bergabung dalam tim kuasa hukum Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto. Dalam perkara tersebut, Febri juga dipercaya menjadi juru bicara tim hukum.
Ia menyatakan menerima permintaan tersebut karena meyakini Hasto tidak terlibat dalam perkara dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR terkait Harun Masiku maupun dugaan perintangan penyidikan. Selain itu, keberadaan advokat senior Todung Mulya Lubis dalam tim hukum menjadi salah satu pertimbangan dirinya bergabung.
4. Menjadi Pengacara Febrie Adriansyah
Terbaru, Febri Diansyah resmi menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah yang kini menghadapi proses hukum dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU. Penunjukan tersebut menambah daftar perkara besar yang pernah ditangani Febri sejak beralih profesi sebagai advokat setelah meninggalkan KPK pada 2020.