Berita

Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan (Foto: X)

Dunia

Demo Partai Kecoa Berhasil Lengserkan Menteri Pendidikan India

MINGGU, 26 JULI 2026 | 11:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang demonstrasi yang digerakkan kelompok Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoa berhasil memaksa Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan mundur dari jabatannya. 

Pengunduran diri Pradhan diumumkan melalui X pada Sabtu, 25 Juli 2026, setelah berminggu-minggu diterpa tekanan publik terkait dugaan kebocoran soal sejumlah ujian masuk paling bergengsi di negara itu.

Keputusan tersebut menjadi kemenangan besar bagi Partai Kecoa yang selama lebih dari sebulan memimpin aksi demonstrasi, duduk bersama, hingga mogok makan di berbagai kota. 


Mundurnya Pradhan juga menjadi konsesi terbesar pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi terhadap salah satu gelombang protes paling masif dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi itu bermula dari tuduhan kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi yang memicu kemarahan mahasiswa. 

Namun, seiring berjalannya waktu, tuntutan meluas menjadi desakan reformasi sistem pendidikan, peningkatan akuntabilitas pemerintah, hingga penyelesaian persoalan pengangguran dan terbatasnya peluang ekonomi. 

Ribuan mahasiswa, profesional, keluarga, dan aktivis pun turun ke jalan di New Delhi serta sejumlah kota lainnya.

Pengunduran diri Pradhan langsung disambut sukacita oleh ribuan demonstran yang telah berkemah di ibu kota selama lebih dari sebulan. 

Seorang pegawai perusahaan yang ikut dalam aksi, Prachi Kumar, menilai langkah tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban yang sudah lama ditunggu publik. 

"Ini harus dilakukan. Seseorang harus dimintai pertanggungjawaban," ujarnya, dikutip Minggu, 26 Juli 2026.

Gerakan Partai Kecoa pun segera mengklaim kemenangan. Dalam unggahan di X, mereka menulis singkat, "DEMOCRACY WINS!."

Meski tuntutan utama telah dipenuhi, pemimpin Partai Kecoa, Abhijeet Dipke, menegaskan perjuangan belum selesai meski Menteri Pendidikan telah lengser. 

"Ingat, jangan main-main dengan kecoa," tegasnya.

Mereka masih mendesak pemerintah memberikan kompensasi kepada keluarga mahasiswa yang meninggal akibat bunuh diri setelah dugaan kebocoran soal ujian, serta menindak aparat kepolisian yang dituduh menggunakan kekerasan berlebihan saat membubarkan demonstran.

Partai Rakyat Kecoak (Cockroach Janta Party - CJP) adalah gerakan protes satir berskala masif yang dipimpin oleh generasi muda dan mahasiswa Gen Z di India. 

Gerakan politik ini lahir sebagai bentuk perlawanan atas pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang merendahkan pemuda pengangguran dengan sebutan "kecoak", serta dipicu oleh skandal kebocoran soal ujian kedokteran nasional yang merugikan jutaan peserta. 

Memanfaatkan kekuatan media sosial, CJP viral secara instan hingga merangkul lebih dari 22 juta pengikut sebagai wadah frustrasi kolektif terhadap tingginya angka pengangguran dan rusaknya sistem pendidikan.

Sementara itu, pemerintah Modi telah mencoba meredam gejolak dengan menjanjikan pembentukan pengadilan khusus untuk menangani kasus kebocoran soal ujian serta menyiapkan undang-undang baru guna memperketat sanksi terhadap praktik kecurangan dan korupsi dalam sistem ujian. 

Namun, langkah itu dianggap belum menyentuh akar persoalan karena tidak disertai pertanggungjawaban pejabat yang dinilai lalai.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya