Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Bisnis

Ekonom Endus Ada Shadow Privatisasi dalam Berdirinya Danantara

MINGGU, 26 JULI 2026 | 06:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) masih menimbulkan banyak masalah hingga saat ini. Hal itu terlihat pada belum dipublikasikannya laporan keuangan tahunan 2025 sampai sekarang yang terus menjadi sorotan publik.

Ekonom Yanuar Rizky menyebut Danantara pada akhirnya mirip seperti VOC (kongsi dagang Belanda di abad 16-17 yang beroperasi di Nusantara) sebagai lembaga swasta namun memiliki berbagai kewenangan seperti lembaga negara.

Dalam perbincangan bersama Awalil Rizky bermula dari data terkait aset Danantara, Yanuar menegaskan adanya ketidakjelasan status yang berdampak pada penghitungan audit lembaga baru ini.


“Sebenarnya ini sudah terjadi yang namanya shadow privatisasi, samar. Saya ambil contoh Indosat deh, pemerintah divestasi, 99 persen dibeli Temasek, privatisasi. 99 persen dibeli Temasek, Indonesia dapat penerimaan, tapi pemerintah masih pegang 1 persen, yang 1 persennya investasi minoritas tapi masih punya pengendalian,” ujar Yanuar dikutip dalam kanal YouTube Awalil Rizky dan Yanuar Rizky, Minggu, 26 Juli 2026.

“Sekarang Danantara, semua BUMN, 99 persen dikasih ke Danantara. Dan pemerintah mengatakan itu portofolio non-permanen. Kuasanya non-permanen kalau dia tidak ingin mengendalikan. Pertanyaannya, artinya BPI Danantara, lembaga swasta karena tidak terkait dengan laporan keuangan pemerintah kayak Temasek,” tambahnya.

Atas dasar itu, Yanuar menyebut terjadi kebingungan dalam mengaudit Danantara sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP).

“BPI Danantara langsung punya aset bahkan kalau klaimnya presiden kan sampai Rp15.000 triliun. Langsung dapat aset, ini dirikan oleh siapa? Oleh pemerintah, negara setor uang? Enggak, lalu setornya apa? Barang-barangnya dia (negara). Berarti kalau begitu laporan keuangan Danantara konsolidasi ke laporan keuangan pemerintah pusat, enggak. Di situlah kebingungannya,” jelas Yanuar.

Kemudian, lanjut dia, jika dikatakan hibah, lalu negara menghibahkan kepada siapa. Hal ini yang menjadi pertanyaan Yanuar dan juga publik.

“Kalau dihibahkan, negara hibah kepada siapa? (Kepada negara (juga), ya ini kan sama kayak orang, (pernyataan) ‘sudah tapi belum’, jadi auditornya pun bingung,” selorohnya.

BPI Danantara sebelumnya mengumumkan sebagai badan sui generis yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 beserta peraturan turunannya, memiliki mekanisme pelaporan dan tata kelola keuangan yang mengacu pada kerangka hukum tersebut.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya