Berita

Ilustrasi cara lari Bali Silent Disco di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali. (Foto: Instagram @balinewsid/Generate AI)

Politik

Co-Founder FIM:

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

MINGGU, 26 JULI 2026 | 02:24 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketegasan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko dalam mengusut tuntas dugaan pelanggaran hukum dan praktik diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) pada penyelenggaraan acara lari Bali Silent Disco di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung, menuai apresiasi.

Co-Founder Forum Intelektual Muda (FIM), Muhammad Sutisna, menilai langkah cepat dan responsif Ditjen Imigrasi dinilai sangat krusial untuk menjaga wibawa hukum nasional di tengah mencuatnya bukti tangkapan layar percakapan seleksi peserta yang secara eksplisit menolak warga lokal hanya karena kewarganegaraannya.

“Insiden ini bukan sekadar persoalan kesalahpahaman antarkomunitas, melainkan indikasi kuat hadirnya praktik segregasi sosial dan eksklusivitas semu yang berpotensi mencederai kedaulatan bangsa,” kata Sutisna dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 25 Juli 2026.


Menurutnya, hal ini sangat ironis dan tidak dapat ditoleransi apabila ada oknum Warga Negara Asing (WNA) yang membangun aktivitas tertutup dan membatasi hak warga negara tuan rumah untuk berpartisipasi di tanah airnya sendiri. 

“Keterbukaan Bali sebagai destinasi wisata internasional tidak boleh dimaknai sebagai ruang bebas tanpa aturan yang bisa melangkahi nilai-nilai kesetaraan dan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.

Sutisna menganggap kasus ini harus menjadi pintu masuk bagi penegak hukum dan pihak keimigrasian untuk melakukan audit komprehensif terhadap seluruh legalitas kegiatan serta izin tinggal para penyelenggara WNA yang terlibat. 

“Apabila dalam proses pemeriksaan terbukti ada pelanggaran administratif keimigrasian, penyalahgunaan visa, maupun tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan memicu keresahan sosial. Sehingga penting pemerintah untuk memberikan sanksi administratif dan hukum terberat, mulai dari deportasi hingga penangkalan permanen (blacklist) untuk masuk ke wilayah NKRI,” jelas dia.

Sutisna juga mendorong perlu adanya penguatan regulasi dan pengetatan pengawasan kolaboratif di kawasan-kawasan wisata strategis seperti Canggu, Seminyak, dan Ubud. Kolaborasi lintas instansi termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi, Kepolisian, Pemerintah Daerah, hingga perangkat desa adat dianggap mendesak guna memetakan serta memantau keberadaan komunitas-komunitas asing.

“Pengawasan ini penting untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi, sosial, maupun rekreasi yang digerakkan oleh WNA tetap berjalan transparan, patuh pada izin operasional, serta berlandaskan penghormatan terhadap norma sosial dan hukum Indonesia,” imbuhnya.

Masih kata Sutisna, keramahan khas masyarakat Indonesia terhadap wisatawan asing adalah aset diplomasi dan pariwisata yang sangat berharga. 

“Tetapi keramahan tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengesampingkan kedaulatan hukum dan mencederai harkat serta martabat warga negara Indonesia di rumahnya sendiri,” pungkasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya