Berita

Koalisi Sipil Bersatu menggelar aksi unjuk rasa saat Febrie ditahan dan dititipkan di Rutan KPK Cabang Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Juli 2026. (Foto: Dokumentasi Koalisi Sipil Bersatu)

Politik

Penahanan Febrie Sudah Tepat, KPK Diminta Usut Kasus Secara Transparan

SABTU, 25 JULI 2026 | 23:25 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

Aksi menyalakan lilin digelar Koalisi Sipil Bersatu saat tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Febrie Adriansyah dibawa ke Rutan KPK Cabang Merah Putih, Jumat malam, 24 Juli 2026.

Lilin tersebut dinyalakan sebagai simbol “Cahaya Keadilan” dan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Aksi itu dilakukan saat Febrie dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan untuk dititipkan di Rutan KPK.

Koordinator Lapangan Koalisi Sipil Bersatu, Amri, menilai penahanan Febrie sudah tepat. Ia meminta KPK menegakkan hukum secara transparan demi supremasi hukum yang berkeadilan.


“Kami berharap penegakan hukum terhadap tersangka Febrie Adriansyah dapat berjalan dengan semestinya dan tidak ada intervensi dari pihak manapun,” kata Amri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut dia, ironis jika seorang penegak hukum justru terseret perkara dugaan korupsi hingga TPPU. Ia pun mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas dan pemberantasan korupsi dilakukan hingga ke akar-akarnya.

“Kami juga meminta KPK untuk menegakkan hukum dan mengadili saudara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ini secara transparan demi supremasi penegakan hukum yang berkeadilan,” tuturnya.

Febrie resmi ditahan dan dititipkan di Rutan KPK Cabang Merah Putih setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka TPPU di Kejaksaan Agung, Jumat malam, 24 Juli 2026.

Meski dititipkan di Rutan KPK, Febrie terlihat berbeda dari tersangka lain karena tidak mengenakan rompi tahanan dan tidak diborgol saat dibawa menggunakan mobil tahanan Kejaksaan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya