Berita

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026 (Foto: Istimewa)

Politik

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

SABTU, 25 JULI 2026 | 16:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan swasembada pangan merupakan kunci menjaga kedaulatan Indonesia di tengah memanasnya geopolitik global. 

Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi menyangkut kehormatan bangsa dan kemampuan Indonesia bertahan tanpa bergantung pada negara lain.

Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu 25 Juli 2026. 


"Swasembada pangan adalah kehormatan kita sebagai bangsa yang berdaulat," tegasnya.

Zulhas menilai situasi global saat ini menunjukkan setiap negara akan lebih mengutamakan kepentingannya sendiri ketika terjadi krisis. Karena itu, Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Menurut Ketua Umum PAN tersebut, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan berbagai kebijakan untuk memperkuat sektor pertanian, mulai dari penyederhanaan penyaluran pupuk, peningkatan harga gabah, hingga keberpihakan terhadap petani. Hasilnya, kesejahteraan petani mulai meningkat dan produksi pangan nasional menunjukkan tren positif.

Ia mengungkapkan Indonesia yang pada 2024 masih mengimpor 4,5 juta ton beras, pada 2025 tidak lagi melakukan impor bahkan mencatat surplus produksi sekitar 4,2 juta ton.

"Harga gabah kita naikkan, pupuk yang rumit kita permudah. Segala yang menyangkut petani, kita berpihak dulu sama mereka," ujarnya.

Zulhas mengkritik sistem pasar bebas yang selama ini dinilai membuat petani dalam negeri tidak menikmati hasil pembangunan karena bergantung pada impor pangan. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia keluar dari ketergantungan tersebut dan membangun kemandirian nasional.

Ia juga mengajak umat Islam untuk mengalihkan perhatian dari perdebatan yang tidak produktif menuju penyelesaian persoalan nyata masyarakat, seperti kemiskinan, kesejahteraan petani, dan kemandirian ekonomi.

"Kita tidak boleh lagi ribut masalah celana cingkrang atau jenggot. Yang boleh kita ributkan di forum ini terkait bagaimana caranya mengentaskan masyarakat kita yang masih miskin," katanya.

Selain membahas ketahanan pangan, Zulhas turut menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia optimistis berbagai persoalan tata kelola program tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua bulan setelah dilakukan pembenahan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, program yang menyasar sekitar 82 juta penerima manfaat itu memang menghadapi tantangan besar. Namun, pemerintah telah menindak oknum yang melakukan penyimpangan dan memperbaiki manajemen pelaksanaannya.

"Memang ini perlu waktu. MBG itu 82 juta orang, banyak masalahnya. Tapi yang melakukan moral hazard sudah diproses dan manajemennya sudah diperbaiki," ujar Zulhas.

Menutup paparannya, Zulhas mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa bukanlah perbedaan pandangan di tengah masyarakat, melainkan ketertinggalan yang masih membelenggu Indonesia.

"Musuh kita yang sesungguhnya adalah ketertinggalan," pungkasnya. 

KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari jajaran MUI, unsur pemerintah, serta perwakilan 87 organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya