Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Prabowo Minta Purbaya Hitung Skenario APBN Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

SABTU, 25 JULI 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusun berbagai skenario dampak kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi apabila gejolak harga energi global terus berlanjut.

Purbaya mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat kabinet, menyusul harga minyak mentah dunia yang sempat menembus level 100 Dolar AS per barel.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya menghitung dampak pada satu asumsi harga minyak, tetapi juga menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan lebih lanjut.


"Kemarin waktu di rapat kabinet Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, bukan 100 Dolar AS aja atau lebih. Jadi gimana anggarannya, kita sedang hitung," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Sabtu 25 Juli 2026.

Meski demikian, Purbaya memastikan pemerintah akan tetap menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan.

"Kalau yang subsidi akan kita jaga terus," tegasnya.

Sebagai informasi, harga minyak mentah Brent sempat melonjak sekitar 7 persen dan ditutup di atas 100 Dolar AS per barel pada Kamis 23 Juli 2026, level tertinggi sejak Mei 2026.

Namun, pada perdagangan Jumat 24 Juli 2026, harga Brent terkoreksi 0,72 persen menjadi 99,97 Dolar AS per barel. Meski turun, minyak acuan global tersebut masih berpeluang membukukan kenaikan mingguan sekitar 13,5 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,76 persen ke 91,49 Dolar AS per barel, tetapi masih mencatat potensi penguatan mingguan sekitar 10,9 persen.

Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak melalui Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, seiring memanasnya ketegangan geopolitik di kawasan. 

Situasi tersebut diperburuk setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan meminta Iran bertanggung jawab atas setiap serangan lanjutan yang mengganggu jalur pelayaran internasional.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya