Berita

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi (Foto: Istimewa)

Nusantara

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

JUMAT, 24 JULI 2026 | 21:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dinilai memiliki arti penting dalam perjalanan umat Islam di Indonesia. 

Selain menjadi forum merumuskan arah perjuangan keumatan dan kebangsaan, kongres ini juga bertepatan dengan 50 tahun pengabdian Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi bangsa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, KH Zainut Tauhid Sa'adi, saat memberikan sambutan pada pembukaan KUII VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat 24 Juli 2026.


Menurut Zainut, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global menuju Indonesia Emas 2045. 

Karena itu, Dewan Pertimbangan MUI mengajak peserta kongres memusatkan perhatian pada empat agenda strategis, yakni memperkuat ukhuwah dan moderasi beragama, membangun kedaulatan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi, serta memperkuat kepedulian terhadap isu geopolitik dan kemanusiaan dunia.

Ia menegaskan umat Islam sebagai komponen mayoritas pendiri bangsa harus terus berada di garda terdepan dalam memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sebagai komponen mayoritas pendiri bangsa, keberadaan umat Islam tidak punya pilihan, harus berada di depan," ujarnya.

Zainut berharap KUII VIII mampu menghasilkan risalah dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus menjadi kontribusi bagi pembangunan bangsa.

KUII VIII diikuti lebih dari 450 peserta yang berasal dari jajaran MUI, unsur pemerintah, serta perwakilan 87 organisasi kemasyarakatan Islam dari berbagai daerah.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya