Menlu Sugiono di forum CEAPAD V, Filipina (Foto: Kemlu RI)
Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina terus diwujudkan dalam langkah konkret.
Selain memperluas kerja sama di bidang pendidikan dan pertanian, pemerintah juga mengalokasikan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza yang terdampak konflik.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam The 5th Ministerial Meeting for the Conference on the Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD V) yang berlangsung di Manila, Filipina, dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam pertemuan tingkat menteri tersebut, Sugiono menekankan bahwa perjuangan mewujudkan negara Palestina yang merdeka membutuhkan dukungan nyata dan konsisten dari masyarakat internasional.
“Mewujudkan negara Palestina yang merdeka memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari seluruh komunitas internasional,” tegas Menlu Sugiono.
Menurutnya, CEAPAD menjadi wadah penting untuk mengubah solidaritas negara-negara sahabat menjadi aksi konkret melalui penguatan institusi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Palestina.
Sejalan dengan CEAPAD IV Kuala Lumpur Action Plan yang disepakati pada 2025, Indonesia terus mengembangkan berbagai program peningkatan kapasitas di bidang pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan, reformasi sektor hukum dan keamanan, serta pertanian.
Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat membantu membangun fondasi yang lebih kuat bagi pemerintahan dan masyarakat Palestina di masa depan.
Di sektor pendidikan, Indonesia kembali membuka kesempatan beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Palestina. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan kerja sama trilateral baru bersama Australia untuk mendorong dialog dan kolaborasi di bidang pendidikan serta penegakan hukum.
Sementara di sektor pertanian, Indonesia akan melanjutkan kemitraan dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui program pengembangan kapasitas yang berfokus pada manajemen budidaya alpukat di Palestina.
Di tengah upaya membangun kapasitas dan kelembagaan tersebut, Indonesia mengingatkan agar perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Jalur Gaza tidak memudar.
“Di tengah upaya membangun kapasitas dan institusi Palestina, perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh surut. Indonesia akan terus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak melalui berbagai organisasi internasional,” ujar Menlu Sugiono.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Indonesia pada tahun ini akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS kepada masyarakat Gaza melalui kemitraan dengan International Committee of the Red Cross (ICRC).
Bantuan itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga sipil yang terdampak konflik sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam mendukung upaya kemanusiaan internasional.