Berita

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Danantara Satukan Garuda dan Pelita Air, Bidik Dominasi Pasar

JUMAT, 24 JULI 2026 | 13:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengelola (BP) BUMN mempercepat proses pembentukan holding maskapai milik negara. 

Dalam rancangan tersebut, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menjadi perusahaan induk, sementara Pelita Air akan bergabung ke dalam grup Garuda.

Skema ini disiapkan untuk menciptakan sinergi antarmaskapai BUMN sehingga operasional menjadi lebih efisien sekaligus memperkuat posisi di tengah persaingan industri penerbangan.


Kepala BP BUMN yang juga Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menilai penggabungan tersebut akan memperbesar kapasitas usaha Garuda Group dan membuka peluang memperluas pangsa pasar.

"Garuda Indonesia akan menjadi holding maskapai kita, sedangkan Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bersaing dan memperluas pangsa pasar," ujar Dony dalam keterangan resminya, dikutip Jumat 24 Juli 2026.

Menurutnya, bisnis maskapai memiliki karakter yang berbeda dengan sektor lain karena setiap aktivitas operasional harus diawasi secara rinci agar tetap menghasilkan keuntungan.

"Industri penerbangan harus dikelola secara detail setiap hari, bahkan setiap menit. Ketika pesawat lepas landas, kita sudah bisa menghitung apakah penerbangan tersebut menghasilkan keuntungan atau justru kerugian. Karena itu, setiap rute dan konektivitas harus dianalisis dengan cermat," jelasnya.

Tak hanya menggabungkan struktur perusahaan, Danantara dan BP BUMN juga menyiapkan transformasi layanan di lingkungan Garuda Group. Pembenahan akan mencakup seluruh perjalanan pelanggan, mulai dari tahap sebelum keberangkatan, saat penerbangan berlangsung, hingga setelah penumpang tiba di tujuan.

Perbaikan itu meliputi integrasi sistem penjualan tiket, peningkatan fasilitas lounge, kenyamanan kabin, kualitas layanan awak pesawat, katering, program loyalitas pelanggan, hingga penguatan kompetensi sumber daya manusia.

"Melalui konsolidasi ini, Garuda Indonesia diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih baik bagi penumpang sekaligus memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang mampu bersaing di pasar domestik maupun regional," tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya