Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

ECB Buka Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Saham Eropa Berguguran

JUMAT, 24 JULI 2026 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup melemah tajam akibat lonjakan harga energi, meningkatnya kekhawatiran inflasi, dan sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat dari Bank Sentral Eropa (ECB). 

Ketegangan geopolitik, mulai dari konflik Amerika Serikat-Iran hingga serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah, mendorong harga minyak Brent menembus level 100 Dolar AS per barel. 

Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan bertahan tinggi sehingga suku bunga berpotensi dipertahankan lebih lama. Meski ECB menahan suku bunga acuannya, bank sentral tersebut membuka peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan harga energi terus berlanjut.


Tekanan jual terjadi di seluruh bursa utama Eropa. Indeks Euro STOXX 50 turun 1,7 persen ke level 6.210, sementara STOXX Europe 600 melemah 1,3 persen menjadi 638. Indeks CAC 40 Prancis terkoreksi 1,6 persen ke posisi 8.299, DAX Jerman turun 1,56 persen atau 392,29 poin ke level 24.763,12, sedangkan FTSE 100 Inggris ditutup melemah lebih dari 0,5 persen.

Sektor barang mewah, teknologi, dan perbankan menjadi penekan utama pasar. Saham Kering anjlok 4,8 persen, LVMH turun 4,3 persen, Hermes melemah 3,4 persen, dan L'OrĂ©al kehilangan 3,1 persen setelah sentimen negatif dari laporan kinerja Moncler. 

Di sektor teknologi, STMicroelectronics merosot 17,7 persen akibat proyeksi penjualan kuartal ketiga yang di bawah ekspektasi. Sementara itu, UniCredit turun 4,8 persen di tengah kekhawatiran terkait rencana akuisisi Commerzbank, disusul BNP Paribas yang melemah 2,8 persen dan Societe Generale 2,9 persen. 

Saham EasyJet juga tertekan setelah laba kuartal ketiganya merosot 70 persen, sedangkan Centrica anjlok 10,4 persen.

Di tengah pelemahan pasar, sektor energi dan pertahanan justru mencatat penguatan. TotalEnergies naik 2,5 persen setelah membukukan kenaikan laba bersih disesuaikan sebesar 68 persen menjadi US$6,03 miliar. BP menguat 3 persen, Shell bertambah 1,7 persen, sementara Thales melonjak 5,1 persen berkat lonjakan pesanan pada semester pertama yang melampaui ekspektasi pasar.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya