Berita

Perempuan pesisi Kronjo mengolah ikan asin. (Foto: Humas IPB University)

Nusantara

Mahasiswa IPB University Dampingi Perempuan Pesisir Olah Produk Ikan Asin

JUMAT, 24 JULI 2026 | 04:53 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (Himiteka) IPB University menghadirkan rangkaian pelatihan bagi perempuan pesisir di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten.

Melalui program Samudera Bahari, mahasiswa IPB University mendampingi ibu-ibu Desa Kronjo dalam pembuatan dendeng ikan asin berbahan dasar ikan tembang. Tak hanya teknik pengolahan ikan, para peserta juga dibekali keterampilan dalam aspek pengemasan hingga pemasaran digital.

Pada pelatihan perdana, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan dendeng ikan asin bersama Julastri, Ketua RT 03 Desa Kronjo, narasumber sekaligus pemandu setiap tahapan produksi. Julastri mendemonstrasikan mulai dari pembersihan ikan tembang, pembumbuan, hingga teknik pengeringan khas yang membedakan dendeng ikan asin dengan ikan asin pada umumnya. Peserta juga mempraktikkan pembuatan ikan asin original sebagai pembanding.


"Pelatihan seperti ini tentunya sangat baik, terutama bisa menyasar ke ibu-ibu pesisir yang tidak memiliki kegiatan, sehingga mereka bisa belajar dengan adanya kegiatan ini," ujar Julastri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para ibu mengikuti setiap tahapan dengan seksama hingga berhasil menghasilkan dua produk, yaitu dendeng ikan asin dan ikan asin original, yang kemudian memasuki tahap penjemuran.

Pendampingan berlanjut melalui pelatihan pengemasan produk dan pembuatan akun e-commerce. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan daya saing produk melalui kemasan yang lebih menarik sekaligus memperluas akses pasar secara digital.

Ikan asin hasil olahan masyarakat dikemas menggunakan standing pouch ukuran 250 gram yang dilengkapi stiker hasil rancangan tim mahasiswa. Selain itu, peserta memperoleh pelatihan membuat akun Shopee dan TikTok Shop. 

"Ikan asin sebaiknya dikemas secara baik agar bisa menarik minat pembeli," ujar Mega, anggota tim PPK Ormawa Himiteka yang memberikan pelatihan pengemasan kepada peserta.

Menurut salah satu perwakilan Dinas Perikanan yang hadir, kemampuan memasarkan produk melalui platform digital akan membantu kelompok perempuan Desa Kronjo menjangkau konsumen yang lebih luas.

"Pelatihan pembuatan akun e-commerce ini nantinya bisa sangat membantu Desa Kronjo agar penjualan produk hasil perikanan bisa dijangkau hingga ke luar daerah," imbuhnya.

Natasya Amelia Putri anggota tim mahasiswa mengatakan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat pesisir dalam mengolah hasil tangkapan ikan tembang menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan menjual ikan segar. 

“Program ini juga diharapkan membuka ruang aktivitas produktif bagi perempuan di Desa Kronjo sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” jelasnya. 

Ia dan tim berharap program Samudera Bahari menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi kelautan secara lebih optimal.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya