Berita

Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Saifullah Ma’shum. (Foto: RMOL)

Politik

Ijtama Ulama Indonesia Godok Isu Strategis Jelang Puncak Harlah PKB

KAMIS, 23 JULI 2026 | 20:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengundang ratusan ulama menggodok sejumlah isu strategis dalam acara Ijtima’ Ulama Indonesia menjelang puncak acara Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB.

“Ada empat isu utama yang strategis yang kami bahas tadi. Pertama, soal dinamika kehidupan berbangsa, bernegara, dan kemasyarakatan,” kata Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Saifullah Ma’shum usai menghadiri acara tersebut di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Isu kedua berkaitan dengan ekonomi, di mana PKB dan ulama memandang kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam bidang ekonomi sudah sesuai dengan konstitusi atau mengutamakan pemberdayaan masyarakat.


“Akan tetapi, kami mengkritisi pada implementasinya atau penerapannya itu masih ada persoalan, terutama di tata kelola atau persiapan ataupun kesiapan SDM yang belum disiapkan dengan sesungguhnya sehingga di sana sini terjadi deviasi, distorsi maupun ketidaksesuaian dengan yang direncanakan oleh Bapak Presiden,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengatakan forum menyampaikan harus ada hal yang dievaluasi, dan perlunya kontrol setiap saat terhadap program pemerintah.

“Karena ini program besar, program yang mengalokasikan anggaran besar, dan punya efek sosial ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, harus dibuka ruang sebesar-besarnya untuk partisipasi publik, evaluasi, monitoring dan pengawasan,” ujarnya.

Adapun untuk isu ketiga, Kiai Saifullah Ma’shum mengatakan forum menyoroti praktik pendidikan di tanah air, terutama pondok pesantren.

“Pesantren akhir-akhir ini mendapatkan berbagai macam stigma yang tidak bagus dari para orang yang tidak paham pesantren sehingga kondisinya sekarang terjadi penurunan animo masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya ke pesantren,” katanya.

Ia juga mengatakan forum menyepakati perlunya peningkatan pendanaan bagi pesantren dari alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen.

“Keempat, adalah isu dan pembahasan soal rencana muktamar NU di Jombang yang akan datang itu,” ujarnya.

Secara khusus, Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB Maman Imanul Haq menjelaskan forum memberikan rekomendasi agar terwujudnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai lokomotif organisasi masyarakat sipil dalam memberikan kritik yang konstruktif kepada pemerintah, mendampingi umat untuk melakukan pemberdayaan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Forum juga meminta Muktamar PBNU pada tahun ini agar dapat melibatkan banyak pihak hingga memberikan peluang bagi anak-anak muda dalam merumuskan kembali bagaimana peran NU ke depan.

“Oleh sebab itu, Ijtima’ Ulama meminta agar muktamar di Jombang besok itu muktamar yang betul-betul jauh dari praktik-praktik transaksional, jauh dari praktik-praktik yang hanya memanfaatkan PCNU-PCNU (Pengurus Cabang NU),” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya