Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Tak Satu Suara, Kata Purbaya Lokasi PFII Belum Final

KAMIS, 23 JULI 2026 | 19:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di atas lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih belum diputuskan. 

Pemerintah hingga kini masih mengkaji sejumlah alternatif lokasi yang telah diusulkan.

"Belum (final). Mungkin seperti itu, mungkin juga nggak, nanti kita lihat. Kan yang nentuin nantinya Menteri Keuangan kan," ujar Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta pada Kamis 23 Juli 2026.


Purbaya juga mengungkapkan belum ada pembahasan lanjutan dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terkait pemanfaatan lahan BUMN untuk proyek tersebut.

Menurutnya, meski beberapa lokasi telah ditinjau, usulan yang masuk masih belum bersifat final.

"Mereka pernah ngelihat beberapa tempat, tapi usulannya kan belum selalu clear. Nanti kita lihat," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sendiri mengatakan pemerintah telah menyiapkan lahan milik Danantara di Jakarta dan Bali sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan internasional itu.

"Memang disiapkan juga satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada. Ada beberapa tempat disiapkan. Dua-duanya punya Danantara," kata Airlangga.

Namun demikian, Airlangga belum bersedia mengungkap secara rinci aset Danantara yang akan digunakan di dua lokasi tersebut. Menurutnya, lokasi PFII di Bali tidak terbatas pada aset milik BUMN sektor pariwisata dan aviasi, termasuk yang dikelola InJourney.

"Tidak melulu InJourney. Di Jakarta satu tempat. Di Bali kan se-Pulau Bali. Nanti salah satu lokasi di situ. Nanti akan diumumkan kalau semuanya sudah siap," tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya