Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Airlangga Ungkap Dua Markas PFII di Jakarta dan Bali Pakai Lahan Danantara

KAMIS, 23 JULI 2026 | 18:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dibangun di dua lokasi, yakni Jakarta dan Bali. 

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan lahan milik Danantara di kedua wilayah tersebut sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan internasional itu.

"Memang disiapkan juga satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada. Ada beberapa tempat disiapkan. Dua-duanya punya Danantara," ujar Airlangga kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis 23 Juli 


Namun demikian, Airlangga belum bersedia mengungkap secara rinci aset Danantara yang akan digunakan di Jakarta maupun Bali.

Menurutnya, lokasi PFII di Bali tidak terbatas pada aset milik BUMN sektor pariwisata dan aviasi, termasuk yang dikelola InJourney.

"Tidak melulu InJourney. Di Jakarta satu tempat. Di Bali kan se-Pulau Bali. Nanti salah satu lokasi di situ. Nanti akan diumumkan kalau semuanya sudah siap," katanya.

Airlangga juga enggan membeberkan pertimbangan bisnis di balik pemilihan Jakarta dan Bali sebagai lokasi PFII. Saat ini, kata dia, pemerintah lebih memprioritaskan percepatan realisasi proyek tersebut.

"Pertimbangannya mana yang low-hanging fruit, yang paling cepat bisa kita dirikan," ujarnya.

Sebelumnya, Airlangga menjelaskan alternatif lokasi PFII di Bali muncul setelah dirinya bersama Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani meninjau sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan aset milik BUMN di Pulau Dewata.

"Kemarin kami lihat beberapa KEK, dan juga lahan di Bali Barat maupun lahan di dekat airport yang dimiliki oleh BUMN. Nah, jadi itu yang menjadi alternatif untuk pendirian PFII," kata Airlangga.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya