Berita

Dialektika Demokrasi bertajuk "AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

KAMIS, 23 JULI 2026 | 15:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Memanasnya kembali hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai dipicu oleh perebutan kepentingan strategis di Selat Hormuz serta saling tuding pelanggaran kesepakatan damai. 

Demikian disampaikan Pengamat Hubungan Internasional Universitas Nasional (Unas), Hendra M. Saragih, dalam forum Dialektika Demokrasi bertema "AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?" di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.

Hendra mengatakan, Iran selama ini menerapkan pendekatan realisme dalam politik luar negerinya, yakni mengutamakan kepentingan nasional dan kekuatan negara. Karena itu, Teheran dinilai akan tetap mempertahankan posisinya meski menghadapi tekanan dari AS.


"Baik Iran maupun Amerika Serikat sama-sama mempertahankan kepentingannya karena merasa memiliki kekuatan. Kondisi ini membuat eskalasi konflik sulit dihindari," kata Hendra.

Menurutnya, ketegangan juga dipicu oleh langkah Iran yang ingin memperketat pengaturan di Selat Hormuz sebagai bentuk penegasan kedaulatan, sementara AS tetap mengerahkan kekuatan militer dengan alasan menjaga kebebasan pelayaran internasional.

Hendra menilai aksi saling balas serangan berpotensi menyeret negara-negara lain di kawasan Teluk dan mengganggu stabilitas dunia. 

Ia menambahkan, Iran memiliki kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan karena didukung posisi geografis yang strategis serta kemampuan pertahanan yang telah teruji.

"Jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi, potensi perang terbuka di kawasan masih sangat mungkin terjadi," pungkas Hendra.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya