Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Kaji Kredit Berbunga Rendah untuk Koperasi PBNU

KAMIS, 23 JULI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkaji peluang penyaluran kredit berbunga rendah bagi Koperasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Hal tersebut disampaikan Purbaya usai bertemu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan memiliki sejumlah instrumen pembiayaan yang memungkinkan penyaluran kredit dengan bunga lebih rendah dibandingkan skema pembiayaan komersial di pasar, melalui sejumlah lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan, seperti Pusat Investasi Pemerintah (PIP), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).


"Saya akan lihat nanti apakah itu bisa bekerja sama dengan Koperasi NU tadi. Kalau memungkinkan, kita akan dukung," ujar Purbaya, dikutip Kamis 23 Juli 2026.

Selain membahas pembiayaan, Purbaya menyebut pemerintah juga menaruh perhatian terhadap sejumlah proyek yang diinisiasi PBNU. Salah satunya proyek pengelolaan sampah menjadi pupuk dan bahan bangunan yang dinilai memiliki manfaat bagi lingkungan.

Menurutnya, proyek tersebut memiliki tujuan yang positif dan dikembangkan bersama mitra dari luar negeri. Pemerintah pun akan mengkaji kelayakan proyek tersebut sebelum memutuskan bentuk dukungan yang dapat diberikan.

"Jadi kalau pemerintah bisa bantu itu, saya pikir akan bagus, sehingga proyeknya bisa berjalan lebih lancar," kata Purbaya.

Purbaya menegaskan seluruh usulan investasi dari PBNU akan dipelajari lebih lanjut dengan mempertimbangkan kesesuaian terhadap mekanisme yang berlaku serta tingkat risiko yang dapat dikelola.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, pihaknya membutuhkan arahan dari Kementerian Keuangan agar seluruh program dan skema pembiayaan yang dijalankan tetap sesuai dengan ketentuan keuangan negara.

"Supaya enggak salah-salah," ujar Gus Yahya.

PBNU juga tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di sektor pertambangan.

"Tapi untuk membangun keseluruhan struktur, terutama yang menyangkut keuangan dan pembiayaan, tentu kami sangat mengharapkan arahan dari Kementerian Keuangan," kata Gus Yahya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya