Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Melesat ke Level 6.430 di Sesi I, Seluruh Sektor Saham Parkir di Zona Hijau

KAMIS, 23 JULI 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdagangan sesi I Kamis siang 23 Juli 2026 ditutup ceria manis setelah IHSG menguat 1,51 persen atau naik 95,678 basis point menuju level 6.430,154. 

Sepanjang sesi pagi, pergerakan indeks bergerak di rentang 6.334 hingga 6.437 setelah dibuka pada level 6.334.

Kinerja pasar didominasi tren positif dengan 450 saham menguat, 166 saham melemah, dan sisanya stagnan. Tiga saham dengan akumulasi nilai transaksi terbesar ditempati oleh BUMI, TPIA, dan DEWA.


Seluruh indeks sektoral kompak parkir di zona hijau, dipimpin oleh IDXPROPERT yang melesat 4,46 persen dan IDXENERGY yang naik 4,32 persen. 

Sektor lainnya juga mengekor kenaikan, seperti IDXTECHNO yang naik 2,83 persen, IDXBASIC 2,71 persen, IDXINDUST 2,36 persen, IDXNONCYC 2,21 persen, IDXTRANS 1,93 persen, IDXINFRA 1,58 persen, IDXCYCLIC 1,02 persen, IDXFINANCE 0,22 persen, serta IDXHEALTH 0,11 persen.

Kondisi serupa terjadi pada indeks acuan lain, di mana Indeks JII melonjak 2,56 persen ke level 390,406, Indeks LQ45 naik 0,98 persen ke 638,753, Indeks MNC36 terangkat 0,81 persen ke level 278,818, dan Indeks IDX30 bertambah 0,72 persen ke posisi 358,845.

Meskipun IHSG menguat, investor asing mencatatkan jual bersih keseluruhan sebesar Rp920,34 miliar. Aksi lepas saham oleh asing terjadi di pasar reguler sebesar Rp1,11 triliun, meski terobati oleh aksi beli bersih di pasar negosiasi dan tunai sebesar Rp192,85 miliar.

Dilihat dari aktivitas perdagangan ber volume 46,4 miliar saham, investor domestik memegang kendali utama dengan porsi 82,86 persen (sekitar 38,4 miliar saham), dibanding asing sebesar 17,14 persen (sekitar 7,95 miliar saham). 

Sementara dari total nilai transaksi sebesar Rp18,6 triliun, investor domestik menyumbang porsi 71,46 persen dengan pembelian Rp13,7 triliun, sedangkan investor asing berkontribusi 28,54 persen melalui aksi beli sebesar Rp4,8 triliun.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya