Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Penunjukan Sudaryono Tegaskan Prabowo Ingin MBG Dipimpin Orang Kepercayaan

KAMIS, 23 JULI 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penunjukan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai target.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pemilihan Sudaryono bukan tanpa alasan. Selain memiliki latar belakang di bidang pangan, Sudaryono juga dinilai memahami arah kebijakan yang diinginkan Presiden Prabowo.

"Apapun judulnya, beliau memiliki latar belakang yang cukup paham di bidang pangan," kata Adi melalui kanal YouTube miliknya, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.


Menurut Adi, MBG merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo yang menjadi wajah sekaligus tolok ukur keberhasilan pemerintah. Karena itu, kepala BGN harus diisi sosok yang mampu menerjemahkan visi Presiden secara utuh.

"Dengan penunjukan Sudaryono, sepertinya Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa program mercusuar, program andalan, program strategis yang bernama MBG harus dikelola oleh orang-orang yang selama ini cukup dekat dan memahami bagaimana suasana batin yang diinginkan Presiden," ujarnya.

Ia menambahkan, kedekatan Sudaryono dengan Prabowo menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat implementasi program, di samping pengalaman yang dimilikinya di sektor pertanian dan pangan.

Adi juga menilai usia Sudaryono yang relatif muda menjadi nilai tambah karena dinilai mampu menjangkau berbagai kalangan dan menghadirkan energi baru dalam memimpin BGN.

"Latar belakangnya cukup menunjang, kemudian anak muda bisa masuk ke semua segmen, dan tentu juga sosok yang dinilai punya kedekatan cukup luar biasa dengan Presiden Prabowo," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya