Berita

Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta (Fotto: Dokumen BPMI Setpres)

Politik

Jadi Kepala BGN, Sudaryono Dinilai Hadapi Ujian Berat Selamatkan Program MBG

KAMIS, 23 JULI 2026 | 10:12 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi pertaruhan bagi Presiden Prabowo Subianto, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah.

Sudaryono dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Naniek S. Deyang yang mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN karena alasan kesehatan.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai penunjukan Sudaryono cukup mengejutkan. Menurutnya, banyak pihak sebelumnya berharap posisi tersebut diisi oleh sosok profesional yang independen, tegas, serta mampu membenahi BGN tanpa kepentingan bisnis maupun politik.


"Sosok seperti itu juga diperlukan agar dapat membenahi BGN yang terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)," kata Jamiluddin kepada wartawan, Kamis  23 Juli 2026.

Ia menilai Kepala BGN yang baru harus segera membenahi berbagai persoalan di internal lembaga, termasuk menata kepemilikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum transparan.

Menurutnya, kepemilikan SPPG perlu dibuka secara jelas, terutama jika terdapat dugaan keterlibatan anggota DPR, partai politik, pihak eksekutif, maupun pihak lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Selain itu, Jamiluddin menilai Kepala BGN idealnya memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola pangan dan gizi agar mampu memperbaiki pelaksanaan program MBG, termasuk mencegah terulangnya kasus keracunan makanan.

"Sosok profesional tersebut idealnya memahami tata kelola makanan dan gizi. Hal itu diperlukan agar Kepala BGN dapat menata kembali secara cermat tata kelola MBG sehingga masalah keracunan makanan dapat dinihilkan," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan BGN agar pengawasan terhadap program MBG dapat berjalan efektif, baik oleh Komisi IX DPR RI maupun masyarakat. Selama ini, kata dia, BGN masih terkesan tertutup. Bahkan, anggota Komisi IX DPR RI disebut harus meminta izin kepada pimpinan BGN sebelum meninjau SPPG.

"Hal ini sangat tidak wajar, karena sulit membayangkan hasil pengawasan Anggota Komisi IX DPR RI ke SPPG dengan terlebih dahulu meminta izin ke BGN," tegasnya.

Jamiluddin kemudian mempertanyakan apakah Sudaryono memiliki kapasitas untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

"Masalahnya apakah Sudaryono punya kualifikasi tersebut. Kalau tidak, Sudaryono dikhawatirkan akan sulit membenahi BGN, khususnya Program MBG yang sudah mendapat image buruk dari sebagian masyarakat," katanya.

Menurut Jamiluddin, keberhasilan maupun kegagalan Sudaryono akan berdampak langsung pada citra program MBG sekaligus pemerintahan Prabowo.

Apabila Sudaryono mampu memperbaiki tata kelola BGN dan pelaksanaan MBG, kepercayaan publik terhadap program tersebut berpotensi meningkat. Sebaliknya, jika gagal, citra MBG dinilai akan semakin memburuk dan penolakan masyarakat terhadap program itu bisa semakin besar.

"Sebaliknya, bila Sudaryono gagal, maka citra Program MBG akan semakin buruk. Hal ini akan berimplikasi pada penolakan terhadap Program MBG bakal semakin besar," tutup Jamiluddin.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya