Berita

Ilustrasi. (Foto: AI)

Politik

Mendominasi Data Pemilih

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

KAMIS, 23 JULI 2026 | 04:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

KPU baru saja menetapkan jumlah pemilih dalam rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) tingkat nasional semester I tahun 2026 yang berjumlah 214.354.667 orang pada Senin, 20 Juli 2026. 

Jumlah pemilih tersebut terdiri dari 49,85 persen laki-laki dan 50,15 persen perempuan. Dibandingkan dengan semester II tahun 2025, jumlah pemilih meningkat sebesar 1,17 persen. Dari total tersebut, sebanyak 212.406.069 pemilih berada di dalam negeri dengan tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.285 kecamatan, dan 83.737 desa/kelurahan.

Ketua Divisi Data dan Informasi KPU RI Betty Epsilon Idroos menjelaskan bahwa generasi milenial mendominasi jumlah pemilih terbesar dalam pemilu 2029. Berdasarkan generasi paling banyak generasi milenial (Gen Y) sebanyak 32,13 persen, kelompok pemilih terbesar berikutnya adalah generasi X sebesar 27,13 persen, disusul dengan generasi Z sebesar 24,56 persen, sedangkan generasi baby boomer sebanyak 14,29 persen, generasi pre-boomer sebanyak 1,89 persen. 


Direktur Eksekutif Laboratorium Politik Hukum (Labpolhum) MHZ Centre, Muhammad Haris Zulkarnain mengapresiasi keberadaan generasi milenial sebagai pemilih yang mendominasi untuk pemilu 2029. 

“Generasi milenial dapat berpartisipasi dalam pemilu 2029 baik sebagai pemilih, peserta pemilu, atau pemantau pemilu. Sehingga peran apapun yang dijalankan oleh generasi milenial ini sangat menentukan nasib bangsa ini ke depan,” ujar Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 22 Juli 2026. 

Ia mengajak generasi milenial untuk tidak apatis dengan kondisi perpolitikan saat ini, sebab semua kebijakan negara dan terkait hajat hidup orang banyak diatur lewat politik. 

“Generasi milenial dapat berperan nyata dengan mengedukasi masyarakat di lingkungan di sekitarnya, selektif dan kritis dalam memilih pemimpin pusat dan daerah serta wakilnya di parlemen, terlibat langsung sebagai penyelenggara pemilu, terlibat sebagai pemantau pemilu, mengkritisi setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, atau terjun langsung sebagai peserta pemilu,” imbuhnya. 

“Sudah saatnya generasi milenial diberikan kesempatan untuk menentukan arah dan masa depan bangsa saat ini, generasi milenial ini generasi paling tangguh, karena mereka ada di pertengahan antara generasi-generasi lainnya sebagai penyeimbang antara generasi boomer dan Gen Z,” tambah Haris.

Lanjut dia, partai politik di pusat dan daerah saat ini juga harus memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi generasi milenial, baik di struktur kepartaian dan jabatan strategis di partai. 

“Karena mereka memiliki ide dan kreativitas yang relevan terhadap keberlangsungan dan tata kelola partai politik di era modern seperti sekarang,” pungkas Haris.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya