Berita

Menteri PU Dody Hanggodo. (Foto: RMOL/Alifia)

Nusantara

Menteri Dody Ungkap 6.300 ASN PU Terlibat Judol, Nilai Transaksi Capai Rp800 Juta

RABU, 22 JULI 2026 | 23:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sebanyak 6.300 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terindikasi melakukan transaksi judi online (judol).

Hal tersebut disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam temuan yang diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Ia menjelaskan, mayoritas pegawai yang masuk dalam data PPATK merupakan pejabat eselon IV dengan nilai fantastis. Namun, terdapat pula pegawai yang masih berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS).


"Dari Kepala PPATK itu ada judol. Eh judol di sini nggak main-main loh, satu orang itu bisa ratusan juta loh, jadi itu bukan eselon II, eselon IV. Ya itu paling tinggi 800 sekian juta satu orang itu eselon IV," ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PU. Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan asal-usul dana yang digunakan para pegawai dalam melakukan transaksi judi online.

"Itu kan harus diperiksa itu nanti tugasnya inspektur jenderal untuk meriksa, teman-teman ini bermain judol sampai ratusan juta itu itu uangnya dari mana? Yang kita takutkan kan, wah ini uang rakyat dipakai. Tapi saya kan kan saya sekali lagi saya tidak boleh suudzon kepada staf saya sendiri. Makanya kemudian perlu lah nanti akan diperiksa oleh si Inspektor Jenderal," jelasnya.

Kementerian PU, sambungnya, akan memprioritaskan penelusuran terhadap pegawai yang memiliki nilai transaksi besar.

Sementara itu, pegawai dengan nilai transaksi di bawah Rp10 juta kemungkinan hanya akan dikenai teguran dan sanksi ringan. Adapun transaksi di atas angka tersebut akan menjadi fokus pendalaman lebih lanjut.

"Yang Rp10 juta ke bawah ya sudah lah mungkin bisa ditegur ringan dan diperingatkan dan kemudian di sanksi ringan lah. Tapi yang Rp10 juta ke atas mungkin nanti akan ada pendalaman lebih lanjut. Basically begini kita tidak mau uang rakyat itu dipakai yang tidak pada tempatnya," tandasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya