Berita

Menteri Kehutanan Raja Antoni saat menerima jajaran OceanX. (Foto: Kemenhut)

Politik

Kemenhut Jalankan Arahan Presiden Perkuat Taman Nasional Ekosistem Laut

RABU, 22 JULI 2026 | 18:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi berbasis data dan ilmu pengetahuan mulai diwujudkan Kementerian Kehutanan melalui kolaborasi riset dengan lembaga global OceanX dalam pengelolaan dan perlindungan tujuh Taman Nasional (TN) ekosistem laut.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Raja Antoni saat menerima jajaran OceanX di Kantor Kementerian Kehutanan, Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan dihadiri CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone, Director of Science Partnerships Eric Chocat, Chief of Staff Davide Bergo, dan Head of Missions Roger Mayer.

“Kami Kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean, total ada 7 Taman Nasional. Kami terbuka untuk kolaborasi,” ujar Raja Antoni.


Diketahui Kementerian Kehutanan mengelola tujuh Taman Nasional laut yang memiliki kekayaan ekosistem dan keanekaragaman hayati tinggi, yakni Taman Nasional Wakatobi, Kepulauan Seribu, Takabonerate, Teluk Cenderawasih, Togean, Karimunjawa, dan Bunaken. Selain itu, terdapat Taman Nasional Komodo yang memiliki kawasan konservasi darat dan laut.

Kementerian Kehutanan tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi kawasan konservasi, tetapi juga menjalankan upaya pemulihan ekosistem laut, termasuk penanaman terumbu karang. Karena itu, kolaborasi dengan OceanX diharapkan memperkuat ketersediaan data ilmiah sebagai dasar pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi laut.

“Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” tuturnya.

CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone mengatakan pihaknya telah melaksanakan dua misi penelitian di Indonesia dan saat ini berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara. 

Melalui kerja sama ini, OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi, sementara seluruh data yang dihasilkan akan menjadi milik Kementerian Kehutanan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis sains.

“Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas. Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains,” tandas Vincent.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya