Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Istimewa)

Politik

Jelang HAN 2026, Jutaan Anak Masih di Luar Sekolah

RABU, 22 JULI 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

.Menjelang Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mendorong Gerakan “Temukan, Dampingi, Kembalikan” untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah. 

Gerakan ini menekankan pentingnya negara dan pemerintah daerah secara aktif menemukan setiap anak, mendampingi penyelesaian hambatannya, serta mengembalikannya ke layanan pendidikan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

“Anak tidak sekolah bukan sekadar angka dalam statistik. Negara tidak boleh hanya menunggu anak datang kembali ke sekolah. Sistem pendidikan dan perlindungan sosial harus aktif menemukan dan menjangkau mereka,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.


Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS yang dikutip dalam Lampiran Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, terdapat sekitar 3,78 juta anak usia 6-18 tahun yang tidak bersekolah. Sebagian besar merupakan anak usia 16-18 tahun yang jumlahnya mencapai 2,48 juta anak.

Menurut Fahira, besarnya jumlah anak tidak sekolah menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi pendidikan belum sepenuhnya menjangkau kelompok anak yang menghadapi kerentanan berlapis. 

Penyebabnya bukan hanya kemiskinan, tetapi juga hambatan sosial budaya, keterbatasan akses pendidikan, kurangnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, disabilitas, kekerasan, perkawinan anak, persoalan hukum, hingga kondisi keluarga dan lingkungan.

“Karena penyebabnya berbeda-beda, solusinya tidak boleh seragam. Ada anak yang membutuhkan bantuan biaya, dokumen kependudukan, transportasi, alat bantu disabilitas, pemulihan psikologis, perlindungan dari kekerasan, dukungan keluarga, atau pilihan belajar yang lebih fleksibel," kata Fahira.

Fahira mengapresiasi terbitnya Perpres Nomor 3 Tahun 2026 yang memberikan landasan kuat bagi pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah secara menyeluruh, terstruktur, terpadu, dan berkesinambungan. 

Perpres tersebut mengatur empat tahapan penanganan, yaitu pendataan, penjangkauan, pengembalian, dan pendampingan, serta memperjelas peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Untuk memperkuat implementasinya di lapangan, Fahira memformulasikan Gerakan “Temukan, Dampingi, Kembalikan” sebagai pendekatan yang dapat digerakkan hingga tingkat kelurahan, desa, sekolah, dan komunitas.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya