Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Puan Respons Rencana Dewan Pengawas BGN: Fokus Utama Perbaikan Kinerja

RABU, 22 JULI 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPR RI Puan Maharani merespons rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, DPR masih akan mencermati perkembangan lebih lanjut terkait wacana tersebut.

"Belum tahu, nanti kita lihat perkembangannya," kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Ketua DPP PDI Perjuangan itu menegaskan, yang paling penting saat ini bukan sekadar pembentukan struktur baru di tubuh BGN. Menurutnya, prioritas utama adalah meningkatkan kinerja lembaga agar program-program yang dijalankan dapat berjalan lebih optimal.


"Kita lihat lagi. Yang paling penting adalah bagaimana BGN bisa memperbaiki kinerjanya sehingga program ini bisa berjalan lebih baik seperti yang kita harapkan untuk anak-anak Indonesia," ujar Puan.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan tersebut disampaikannya melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu 22 Juli 2026, setelah berpamitan kepada Presiden.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya. Rencananya hari ini, Rabu, 22 Juli 2026 saya berangkat. Ini bukan karena tidak percaya dokter yang hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," tulis Nanik.

Dalam unggahan itu, Nanik juga mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya telah disetujui Presiden. Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, ia mengaku diminta tetap membantu mengawasi lembaga tersebut melalui Dewan Pengawas yang rencananya akan dibentuk.

"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, di mana saya diminta menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akuttt," tulis Nanik.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya