Berita

Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin. (Foto: tangkapan layar)

Politik

MBG Perlu Dirasionalisasi agar Tak Jadi Bakar Uang

SELASA, 21 JULI 2026 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang akan menjabat Menteri Keuangan. 

Pasalnya, kedua kebijakan tersebut merupakan program andalan Presiden Prabowo Subianto yang membutuhkan anggaran sangat besar.

Pandangan itu disampaikan ekonom Prof. Ferry Latuhihin menanggapi isu yang menyebut tidak ada tokoh yang bersedia menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena harus melanjutkan program MBG dan KDMP.


Menurut Ferry, banyak ekonom sebenarnya bersedia menerima amanah sebagai Menteri Keuangan. Namun, mereka akan mengajukan syarat agar pemerintah terlebih dahulu mengevaluasi program-program yang dinilai membebani fiskal negara.

"Kalau dipanggil Presiden pasti oke, Pak saya mau jadi Menteri Keuangan. But one condition, program ini harus dievaluasi. Pemborosan yang luar biasa lewat MBG tidak menghasilkan apa-apa. Ini bakar uang dan sudah terbukti dalam pelaksanaannya menjadi bancakan," ujarnya di kanal Youtube Hendri Satrio, Selasa, 21 Juli 2026.

Meski demikian, Ferry tidak mengusulkan agar program MBG dihentikan sepenuhnya. Ia justru mendorong moratorium sementara untuk dilakukan evaluasi dan rasionalisasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan kelompok yang membutuhkan.

"Harusnya dimoratorium dan dirasionalisasi, tidak usah distop. Targetkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan gizi, misalnya di daerah tertinggal. Kalau perlu nilai menunya dinaikkan menjadi Rp25 ribu karena penerimanya jauh lebih sedikit," jelasnya.

Menurutnya, dengan skema yang lebih terarah, kebutuhan anggaran MBG diperkirakan hanya sekitar Rp10 triliun hingga Rp25 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan alokasi ratusan triliun rupiah yang selama ini disiapkan pemerintah.

Ferry menilai anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur yang memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi, seperti pembangunan sistem transportasi dan logistik nasional.

Selain MBG, Ferry juga menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilainya masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait aspek pembiayaan dan kelayakan usaha.

"Siapa yang akan membayar kalau KDMP mendapat kredit dari bank? Ini juga mengkhawatirkan perbankan kita kalau nanti menjadi kredit macet," katanya.

Ia bahkan meragukan target pembentukan 80 ribu koperasi dapat berjalan efektif mengingat masih banyak koperasi di Indonesia yang belum berkembang secara optimal.

"Satu koperasi saja yang benar-benar berhasil di negeri kita tidak banyak. Apalagi 80 ribu koperasi, siapa yang bisa menjamin semuanya akan berhasil?" ujarnya.

Karena itu, Ferry menilai siapa pun yang dipercaya menjadi Menteri Keuangan akan menghadapi beban berat apabila kedua program tersebut tetap dijalankan tanpa evaluasi menyeluruh.

"Moratorium dulu, evaluasi ulang program MBG, fokuskan dengan target daerah tertinggal. Lalu KDMP, mana feasibility study-nya? Bahkan ada koperasi yang dibangun di tengah sawah dan di hutan," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya