Berita

Serap aspirasi Panitia Khusus (Pansus) DPR RI bersama Tim Kerja (Timja) DPD RI di Ambon, Maluku, Senin, 20 Juli 2026. (Foto: Dok. DPD RI)

Politik

Maluku Desak Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

SENIN, 20 JULI 2026 | 22:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perjuangan panjang Maluku untuk mendapatkan keadilan pembangunan regional memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Maluku mendesak DPR RI dan DPD RI segera merampungkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan demi menghadirkan kebijakan afirmatif yang nyata bagi wilayah kepulauan.

Desakan tersebut mengemuka dalam pertemuan serap aspirasi yang digelar oleh Panitia Khusus (Pansus) DPR RI bersama Tim Kerja (Timja) DPD RI di Ambon, Maluku, Senin, 20 Juli 2026. Forum ini menjadi bagian penting untuk memperkaya substansi regulasi sebelum disahkan bersama pemerintah.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan, daerah berciri kepulauan tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan. Karakteristik geografis yang terpisah-pisah membuat biaya pembangunan dan tantangan pelayanan publik menjadi jauh lebih tinggi.


"Yang kami harapkan dari RUU Daerah Kepulauan adalah keberpihakan nyata bagi masyarakat kepulauan. Tantangan kami berbeda dengan daerah daratan, mulai dari konektivitas, biaya transportasi, hingga pelayanan publik yang menjangkau banyak pulau," ungkap Hendrik.

Mantan Anggota DPR RI ini berharap regulasi ini nantinya melahirkan skema kebijakan yang lebih adil demi menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Timja RUU Daerah Kepulauan DPD RI, Graal Taliawo mengakui perjuangan untuk melegalkan payung hukum ini berjalan sangat berliku dan memakan waktu hampir satu dekade.

"Perjuangan menghadirkan UU Daerah Kepulauan telah melalui perjalanan panjang. Setelah sembilan tahun diperjuangkan sejak 2017, saat ini pembahasannya telah memasuki tahap penting bersama Pansus DPR RI dan Pemerintah," jelas Graal.

Turunnya tim parlemen ke lapangan adalah untuk menjamin agar draf RUU yang sedang digodok tidak bersifat top-down, melainkan benar-benar berpijak pada persoalan riil di daerah. Mulai dari urusan konektivitas antarpulau, buruknya pelayanan dasar, hingga hak pengelolaan potensi kelautan oleh daerah.

Melalui kunjungan kerja ini, Pansus DPR dan Timja DPD RI berkomitmen menyatukan persepsi untuk mempercepat hadirnya undang-undang yang adaptif, mendorong pemerataan ekonomi, serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat di seluruh beranda maritim Indonesia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya