Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Baru Dua Pekan Beroperasi, PT DSI Kelola Devisa Rp188 Triliun

SENIN, 20 JULI 2026 | 18:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian awal PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) yang dinilai sangat signifikan.

Meski baru beroperasi penuh selama dua pekan sejak 1 Juli 2026, perusahaan yang dibentuk untuk mengelola ekspor komoditas strategis itu telah menghimpun devisa lebih dari 10,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp188 triliun.

"Saya dapat laporan dari Saudara Rosan CEO dari Danantara ya, bahwa baru satu bulan dua minggu bekerja PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih 10,5 miliar dolar dalam satu bulan dua minggu," ujarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
 

 
Prabowo mengungkapkan, sebelum PT DSI dibentuk, terdapat selisih harga jual komoditas Indonesia dengan harga di pasar internasional yang mencapai sedikitnya 30 persen, bahkan mendekati 40-45 persen. 

Namun, setelah PT DSI beroperasi, kesenjangan tersebut hampir sepenuhnya tertutup. Pemerintah, kata dia, tidak akan memberi ruang bagi praktik manipulasi harga maupun pelanggaran aturan yang selama ini merugikan negara dan menggerus penerimaan devisa.

"Begitu ada PT DSI sudah hampir menyatu saya lihat grafiknya. Jadi karena kita tegas meneruskan praktik ini: ini praktik penipuan! Meneruskan, semua izin kita cabut. Saya tidak pandang bulu. Kita cabut semua izin mereka yang tidak mau patuh kepada hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkap Presiden.

Presiden menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan penataan ekspor melalui satu pintu mulai menunjukkan hasil nyata. 

PT DSI dibentuk sebagai instrumen negara untuk memperkuat tata kelola ekspor dan memastikan seluruh transaksi komoditas strategis tercatat secara transparan. 

Perusahaan itu diumumkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026 dan mulai beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya