Berita

Ilustrasi (Gemini AI)

Bisnis

BBCA Bertahan di Zona Hijau, Transaksi Siang Ini Dekati Rp1 Triliun

SENIN, 20 JULI 2026 | 14:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus membuktikan kekuatannya sebagai 'raja' di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Hingga pertengahan perdagangan Senin siang 20 Juli 2026,  saham perbankan swasta terbesar di Indonesia ini mencatatkan pergerakan positif dengan kenaikan 0,77 persen atau bertambah 50 poin ke level Rp6.525 per lembar saham.

Kenaikan harga ini melanjutkan tren positif dari harga penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp6.225. 


Sejak bel pembukaan perdagangan dibunyikan di posisi Rp6.525, pergerakan saham BBCA terpantau cukup aktif di rentang harga terendah Rp6.475 hingga sempat menyentuh level tertinggi di Rp6.625. 

Di papan perdagangan siang ini, pada pukul 13:38 WIB penawaran jual (offer) bertahan di Rp6.525 sementara penawaran beli (bid) berada tipis di bawahnya pada level Rp6.500.

Sebagai salah satu saham blue chip favorit investor domestik maupun asing, aktivitas transaksi BBCA terbilang sangat masif. Hanya dalam kurun waktu perdagangan hingga pukul 13.38 WIB, volume transaksi BBCA sudah menembus angka 145,67 juta lembar saham.

Nilai perputaran uang (transaksi) saham ini mencapai Rp816,03 miliar yang ditransaksikan sebanyak 23.993 kali. Tingginya frekuensi dan nilai perdagangan ini menegaskan bahwa BBCA tetap menjadi instrumen investasi paling likuid dan paling diburu di pasar modal tanah air.

Dilihat dari sisi fundamental dan ukuran bisnis, kedudukan BBCA belum tergoyahkan. Bank Central Asia saat ini memegang porsi nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp801.767,4 triliun.

Angka raksasa tersebut menempatkan BBCA sebagai perusahaan nomor satu di industri perbankan (dari total 48 emiten bank) sekaligus menduduki peringkat pertama kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia dari seluruh 964 emiten yang terdaftar di BEI.

Dari sisi kinerja keuangan per saham, BBCA mencatatkan laba bersih per saham (Earnings Per Share / EPS) sebesar Rp471,00. Sementara itu, rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio / PER) berada di kisaran 14 kali. Angka PER ini menunjukkan penilaian harga saham yang masih relatif terukur dan sehat untuk ukuran bank berkualitas tinggi (top tier) dengan pertumbuhan profitabilitas yang stabil.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya