Berita

Hasto Kristiyanto.

Politik

30 Tahun Kudatuli

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

MINGGU, 19 JULI 2026 | 12:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tiga dekade berlalu, tragedi Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli dinilai tetap menyisakan pelajaran penting bagi bangsa. Peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI itu disebut sebagai pengingat bahwa kekuasaan yang otoriter dan antikritik tak boleh lagi mendapat ruang di Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, peringatan 30 tahun Kudatuli harus menjadi momentum refleksi nasional agar praktik kekuasaan yang represif tidak kembali terulang.

"30 tahun Kudatuli menyadarkan bahwa kekuasaan yang otoriter ketika dibiarkan maka yang ada adalah suatu kekacauan dan kegelapan terhadap masa depan," kata Hasto kepada wartawan, Minggu, 19 Juli 2026.


Menurut Hasto, sejarah telah menunjukkan bahwa ketika kekuasaan dijalankan secara sewenang-wenang dan menutup ruang kritik, yang lahir bukan stabilitas, melainkan kekacauan yang mengancam masa depan bangsa.

Sebagai bagian dari peringatan 30 tahun Kudatuli, DPP PDIP akan meresmikan Monumen Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 2026.

"PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi," ujar Hasto.

Monumen tersebut, kata Hasto, diharapkan menjadi pengingat bagi generasi sekarang dan mendatang agar tragedi kekerasan politik yang pernah mencederai demokrasi Indonesia tidak kembali terulang.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

SWSI Soroti Kasus Febrie dan Ucapan Hotman, Tekankan Integritas Hukum serta Kebebasan Pers

Senin, 20 Juli 2026 | 08:13

Erdogan Ucapkan Selamat kepada Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:57

Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,12 Miliar

Senin, 20 Juli 2026 | 07:45

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

Senin, 20 Juli 2026 | 07:26

Raja Felipe dan Keluarga Kerajaan Rayakan Kemenangan Timnas Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 | 07:03

Kawal Distribusi BBM

Senin, 20 Juli 2026 | 06:49

Menyambut Keruntuhan UUD 2002

Senin, 20 Juli 2026 | 06:20

Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM Kembali Normal di Sumut

Senin, 20 Juli 2026 | 05:59

Gerakan Minum Susu jadi Perjuangan Bersama Sukseskan MBG

Senin, 20 Juli 2026 | 05:43

Membaca Kembali Doktrin AH Nasution

Senin, 20 Juli 2026 | 05:29

Selengkapnya