Ahmad Khozinudin. (Foto: Istimewa)
Ahmad Khozinudin. (Foto: Istimewa)
DI kalangan aktivis, menyikapi kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam isu pemberantasan korupsi dan sejumlah isu lainnya, nampaknya terbelah. Namun, keterbelahan itu tetap bersatu dalam koridor muak dan marahnya pada perilaku pejabat di Republik ini.
Klaster pertama, mereka yang marah pada perilaku korup pejabat, namun tetap memberikan kepercayaan pada Presiden untuk memimpin perbaikan negeri. Meski, kadangkala sedikit disisipkan ultimatum pada presiden.
Yang masuk klaster ini, misalnya seperti Manusia Merdeka, mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu. Said Didu begitu marah, atas marak dan masifnya korupsi para pejabat, yang dibelakang layar mereka berkolaborasi dengan geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok).
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Minggu, 13 September 2026 | 17:39
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
UPDATE
Selasa, 22 September 2026 | 12:26
Selasa, 22 September 2026 | 12:14
Selasa, 22 September 2026 | 12:03
Selasa, 22 September 2026 | 11:55
Selasa, 22 September 2026 | 11:51
Selasa, 22 September 2026 | 11:49
Selasa, 22 September 2026 | 11:47
Selasa, 22 September 2026 | 11:37
Selasa, 22 September 2026 | 11:32
Selasa, 22 September 2026 | 11:05