Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Iran Minta Houthi Bersiap Blokade Selat Bab el-Mandeb

JUMAT, 17 JULI 2026 | 14:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan di Timur Tengah semakin panas setelah Iran dilaporkan meminta Houthi Yaman bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb apabila Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Teheran. 

Jika skenario tersebut terjadi, jalur ekspor minyak dunia berpotensi menghadapi gangguan besar setelah sebelumnya Selat Hormuz lebih dulu terdampak konflik.

Tiga sumber yang dikutip Reuters menyebut rencana tersebut telah dibahas di lingkaran kepemimpinan Iran dan pesan itu sudah diteruskan kepada sekutu mereka di Yaman. 


"Iran telah meminta milisi Houthi Yaman untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Iran," ungkap mereka, Jumat, 17 Juli 2026.

Dua sumber senior Iran dan satu sumber regional yang mengetahui pembahasan itu mengatakan kelompok Houthi telah menerima permintaan dari Teheran, meski belum diketahui secara pasti bagaimana maupun kapan instruksi tersebut disampaikan.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri Iran maupun juru bicara Houthi belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi Reuters.

Sumber yang dekat dengan Houthi mengungkapkan kelompok itu telah merampungkan persiapan militer untuk mengganggu pelayaran di kawasan Bab el-Mandeb. 

"Kelompok tersebut telah menyelesaikan persiapan untuk menyerang kapal dengan mengerahkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb," ujar sumber tersebut.

Ancaman terhadap Bab el-Mandeb dipandang dapat memperburuk krisis energi global. 

Dengan Selat Hormuz yang telah ditutup, gangguan di pintu masuk Laut Merah itu berpotensi memutus dua jalur utama ekspor minyak Timur Tengah secara bersamaan, sekaligus membuka front baru dalam konflik Iran dengan AS.

Sementara itu, data Kpler menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terus menyusut. 

Pada Rabu, 15 Juli 2026 hanya sembilan kapal yang melintasi jalur tersebut, turun dari 13 kapal sehari sebelumnya. 

Tidak ada kapal tanker minyak mentah berkapasitas sangat besar maupun kapal pengangkut gas alam cair yang terlihat melintas, memperkuat kekhawatiran bahwa ketegangan di kawasan akan terus mengganggu rantai pasok energi dunia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya