Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi XI: Berantas Bandar Rokok Ilegal, Jangan Rakyat Terus yang Dipajaki

JUMAT, 17 JULI 2026 | 14:55 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR meminta pemerintah lebih serius memberantas jaringan rokok ilegal untuk menutup kebocoran penerimaan negara. 

Penegakan hukum dinilai tidak boleh berhenti pada pengedar, tetapi harus menyasar bandar hingga pihak yang diduga melindungi bisnis rokok ilegal.

Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai langkah tersebut lebih efektif untuk memperkuat penerimaan negara dibanding terus membebani masyarakat melalui penambahan pajak.


"Kalau kita lihat, yang selama ini ditangkap kan cuma pengedar-pengedarnya. Kan sudah tahu siapa bandarnya. Itulah dicokok. Kan sudah tahu siapa saja yang melindungi. Itu kan rahasia umum di kita," kata Harris di Kompleks Parlemen, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Menurutnya, penegakan hukum juga harus dibarengi pembinaan terhadap pelaku usaha yang masih memungkinkan beralih ke jalur legal dengan membeli pita cukai.

"Itu ditangkap, dibina supaya beli cukai. Kalau enggak mau beli cukai, ya ditindak," tegasnya.

Di sisi lain, Harris mengingatkan pemerintah agar tidak terus mengejar tambahan penerimaan negara dengan membebani masyarakat yang sudah patuh membayar pajak. Sebab, target penerimaan perpajakan tahun ini meningkat sekitar Rp440 triliun dibanding realisasi tahun sebelumnya.

"Jangan rakyat lagi yang bolak-balik dipajaki terus. Yang belum patuh terhadap pajak memang harus ditegakkan hukumnya, tapi jangan bolak-balik yang muncul rakyat terus," ujarnya.

Meski mendukung pemberantasan rokok ilegal, Harris mengingatkan pemerintah tetap harus mempertimbangkan nasib jutaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada industri hasil tembakau.

"Saya sepakat bahwa awalnya dibina dulu. Jangan sampai 6 juta sampai 12 juta orang hidupnya tergantung dari rokok legal, mulai dari petani sampai industri, malah ikut terganggu," pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya