Berita

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin (tengah). (Foto: tangkapan layar YouTube DPR)

Nusantara

Menteri P2MI Wacanakan Pembentukan Gakkum, Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

JUMAT, 17 JULI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pembentukan unit penegakan hukum (Gakkum) di lingkungan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan penindakan. 

Terutama dalam menangani kasus penempatan pekerja migran nonprosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan selama ini kementeriannya hanya berwenang melakukan pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan. Sementara untuk proses hukum, seluruh perkara diserahkan kepada aparat penegak hukum.


"Memang kita ketika kita melakukan pencegahan, ya kita sampai kepada edukasi penyuluh pencegahan. Ketika ini melakukan sebuah upaya hukum, maka kita harus menyerahkan kepada pihak lembaga hukum,” kata Mukhtarudin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Atas dasar itu, Mukhtarudin mengusulkan adanya unit Penegakan Hukum (Gakkun) seperti yang dimiliki sejumlah kementerian lain.

"Saya sih punya keinginan, berkeinginan sepertinya karena ini juga urgent sebenarnya, tapi paling gak ini konsep yang ingin saya sampaikan adalah kita juga perlu ada semacam Gakkum di kementerian ini. Seperti ada Gakkum di lingkungan hidup, Gakkum kehutanan, Gakkum ESDM. Karena ini menyangkut nyawa, masalahnya bukan hanya soal sumber daya alam saja tapi ini menyangkut nyawa orang ya,” ujarnya.

Menurut Mukhtarudin, keberadaan Gakkum diharapkan dapat memperkuat posisi Kementerian P2MI dalam mencegah praktik penempatan ilegal sekaligus menekan kasus TPPO.

Meski demikian, ia menegaskan gagasan tersebut masih sebatas konsep dan tengah dibahas bersama berbagai pemangku kepentingan.

"Tapi ini masih konsep yang baru masih saya coba koordinasikan dengan seluruh stakeholder atau seluruh pemangku kepentingan yang terkait,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya