Berita

Konferensi Pers Komisi XII DPR RI bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga. Kamis, 16 Juli 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pertamina Harus Tambah Truk Tangki Urai Antrean BBM

JUMAT, 17 JULI 2026 | 09:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU mendorong DPR meminta PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi dengan menambah armada truk tangki. 

Langkah itu dinilai perlu agar pasokan BBM subsidi lebih cepat sampai ke SPBU dan antrean segera terurai.

Desakan tersebut mengemuka usai rapat Komisi XII DPR RI bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.


Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan antrean di sejumlah SPBU dipicu meningkatnya peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Selain itu, DPR juga menerima laporan adanya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.

"Kami bertanya terkait kenapa ada antrean di berbagai SPBU dalam satu minggu terakhir. Dijelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah adanya shifting masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM non-subsidi kemudian beralih ke BBM subsidi," kata Bambang, dikutip Jumat, 17 Juli 2026 

Menurutnya, terdapat indikasi BBM subsidi dibeli oleh pihak tertentu untuk dijual kembali kepada sektor industri yang tidak berhak. Karena itu, Komisi XII meminta pengawasan diperketat sekaligus distribusi BBM dipercepat agar antrean segera terurai.

Selain menambah armada truk tangki, DPR juga mendorong Pertamina memperpanjang jam operasional SPBU dan mempercepat pengiriman BBM ke daerah yang mengalami lonjakan permintaan.

"Kami harap tidak terjadi antrean yang disebabkan warga khawatir barangnya tidak ada. Padahal, stoknya cukup," ujar Bambang.

Ia juga memastikan harga BBM subsidi tidak berubah hingga akhir 2026.

"BBM subsidi tidak ada perubahan harga sampai akhir 2026. Pemerintah menjaminnya, dan DPR mengawal," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Namun, ia mengakui terjadi keterlambatan distribusi di sejumlah wilayah Sumatera akibat lonjakan konsumsi BBM subsidi.

"Kami menyadari masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan di beberapa wilayah Sumatra yang dipengaruhi oleh kenaikan atau shifting konsumsi kepada BBM subsidi serta adanya keterlambatan distribusi dalam merespons peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi," kata Taufik.

Ia mengatakan Pertamina telah menambah pasokan BBM, meningkatkan armada distribusi, memperpanjang jam operasional SPBU, serta mempercepat pengiriman dari terminal BBM ke SPBU untuk menormalkan pasokan.

Di sisi lain, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan antrean panjang di SPBU bukan disebabkan kelangkaan BBM. 

"Stok aman, lebih dari cukup," katanya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya