Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Greenback Menguat, Didorong Data Ekonomi AS dan Sentimen Safe Haven

JUMAT, 17 JULI 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

 Kurs Dolar AS di pasar mata uang New York menguat terhadap mayoritas mata uang utama pada akhir perdagangan Kamis 16 Juli 2026 waktu setempat. 

Penguatan greenback tersebut didorong data ekonomi Amerika Serikat yang masih solid, meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,31 persen ke level 100,76. Meski berhasil bangkit dari posisi terendah hampir satu bulan, indeks tersebut masih berada di jalur pelemahan secara mingguan.


Penguatan Dolar terjadi setelah data terbaru menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat kembali menurun, menandakan pasar tenaga kerja tetap tangguh. Di sisi lain, penjualan ritel pada Juni juga masih mencatat pertumbuhan meski terbatas akibat turunnya harga bahan bakar yang menekan nilai penjualan di SPBU.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS relatif lebih tahan menghadapi gejolak harga energi dibandingkan negara-negara lain. Ketika ketidakpastian global meningkat, investor kembali memburu dolar sebagai aset aman sehingga menopang penguatan mata uang tersebut.

Sentimen safe haven juga diperkuat meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global setelah Iran meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur energi Iran.

Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar semakin yakin Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Berdasarkan Fed Funds Futures CME Group, peluang kenaikan suku bunga bulan ini hanya sekitar 10 persen, turun tajam dari sekitar 45 persen pada awal pekan. Sementara untuk pertemuan September, pasar memperkirakan peluang sekitar 48 persen bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Sejalan dengan penguatan dolar, euro melemah 0,23 persen ke level 1,1437 Dolar AS. Poundsterling turun 0,52 persen menjadi 1,3469 Dolar AS.

Dolar AS menguat 0,13 persen terhadap Yen Jepang ke posisi 162,39 Yen.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya