Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: RMOL)

Politik

Negara Lebih Stabil Jika Basis Ekonomi Rakyat Kuat

JUMAT, 17 JULI 2026 | 06:32 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam kajian intelijen ekonomi, negara dengan basis ekonomi rakyat yang kuat cenderung lebih tahan menghadapi tekanan eksternal, baik berupa perlambatan ekonomi global, perang dagang, fluktuasi harga komoditas, maupun gejolak geopolitik.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah merespons pidato Presiden Prabowo Subianto di Indonesia Arena, Jakarta yang menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan yang harus bersinergi dengan UMKM, BUMN, BUMD, dan sektor swasta dalam membangun kekuatan ekonomi nasional.

Amir menjelaskan bahwa koperasi berfungsi sebagai instrumen untuk memperluas distribusi kepemilikan ekonomi sehingga tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu.


“Negara akan lebih stabil apabila basis ekonomi rakyatnya kuat. Koperasi menjadi alat untuk memperkuat daya tahan nasional karena masyarakat menjadi bagian langsung dari aktivitas ekonomi,” kata Amir, dikutip Jumat 17 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa ketika ekonomi desa tumbuh melalui koperasi, maka ketergantungan terhadap pusat ekonomi nasional akan berkurang. Kondisi tersebut menciptakan jaringan ekonomi yang lebih merata sekaligus meningkatkan ketahanan sosial.

Amir menilai pidato Presiden juga menghapus anggapan bahwa penguatan koperasi identik dengan pembatasan ruang bagi swasta.

Menurutnya, justru Prabowo ingin membangun sinergi antara koperasi, UMKM, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta sehingga masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Dalam kerangka tersebut, koperasi berperan sebagai penguat ekonomi rakyat, UMKM menjadi motor kewirausahaan, BUMN menjalankan fungsi strategis negara, sedangkan swasta menjadi akselerator investasi dan inovasi.

“Model ini menciptakan keseimbangan. Tidak ada yang didominasi, tetapi semua saling memperkuat sesuai fungsi masing-masing,” pungkas Amir.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya