Berita

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto melaporkan dugaan fitnah terhadap Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok. Pribadi)

Hukum

SDR Laporkan Dugaan Fitnah terhadap Megawati Soekarnoputri

KAMIS, 16 JULI 2026 | 17:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto mengungkap beredarnya video di media sosial yang diduga memuat pernyataan fitnah kepada Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Dalam video yang dikantongi Hari, memuat pernyataan provokatif diduga dari tokoh senior Sri Bintang Pamungkas. Video tersebut pun telah dilaporkan ke meja hukum.

"Sebagai warga negara yang mencintai Megawati Soekarnoputri, saya merasa harus membawa fitnah-fitnah terhadap anak Proklamator Sukarno ini ke ranah hukum," tegas Hari Purwanto, Kamis, 16 Juli 2026.


Dokumen yang dilaporkan Hari ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo cq Kabareskrim Komjen Syahardiantono perihal dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Video yang dilaporkan Hari juga telah beredar di media sosial. Dalam potongan video yang viral, figur yang diduga Sri Bintang melontarkan tudingan serius bahwa Megawati menerima aliran dana sebesar Rp10 triliun dari kelompok tertentu demi memuluskan pencalonan Joko Widodo pada Pemilu 2014.

Tak hanya tuduhan aliran dana, video tersebut juga memuat kalimat ekstrem bernada ancaman fisik yang dialamatkan langsung kepada Megawati.

Hari memandang tuduhan sensitif tersebut wajib diuji secara materiil melalui mekanisme hukum, bukan dibiarkan menjadi polemik dan penghakiman sepihak di ruang publik. Ia menegaskan, institusi penegak hukum adalah satu-satunya wadah yang sah untuk membuktikan ada tidaknya unsur pidana atau fitnah dalam pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Hari heran dengan sikap tenang yang ditunjukkan oleh internal partai berlambang banteng moncong putih tersebut atas beredarnya narasi negatif yang menyerang pimpinan tertinggi mereka.

"Saya merasa heran dan prihatin karena belum ada reaksi dari kader-kader PDIP yang telah dibesarkan oleh Megawati terhadap isi pernyataan terseubut," sesal Hari.

Kendati mendesak adanya langkah tegas, Hari mengimbau seluruh kader PDIP dan masyarakat simpatisan untuk tidak terpancing emosi. Ia meminta penanganan masalah ini tetap mengedepankan kepala dingin dan menjauhi tindakan main hakim sendiri.

"Saya mengajak kader-kader PDIP untuk mengedepankan pendekatan hukum terhadap kasus ini. Jangan melakukan persekusi terhadap Sri Bintang Pamungkas setelah mengetahui pernyataannya," imbaunya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan pihak Sri Bintang Pamungkas mengenai keaslian video tersebut, serta tanggapan resmi dari pihak Megawati Soekarnoputri maupun DPP PDIP.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya