Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

DPR Soroti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang: Aksi Lone Wolf sangat Berbahaya

KAMIS, 16 JULI 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai semua pihak harus peka dalam potensi ancaman terorisme di Indonesia.

Termasuk peristiwa ledakan yang terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Sahroni, pengawasan terhadap anggota keluarga dan murid sekolah oleh orang sekitarnya, harus lebih dimaksimalkan.


“Aksi lone wolf seperti ini sangat berbahaya karena sulit diprediksi. Saya minta Densus 88, intelijen, dan jajaran institusi terkait bertanggung jawab untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman seperti ini,” ujar Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
 
“Peran Bhabinkamtibmas juga harus dimaksimalkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sekolah, RT/RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat mengenai bahaya paham radikal dan ideologi menyimpang. Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci,” tambahnya. 

Tak hanya itu, Sahroni juga mendorong pihak kepolisian dalam hal ini Densus 88 berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat di berbagai tingkatan terkait bahaya ancaman teror di lingkungannya. 

“Jajaran kepolisian dan instansi terkait harus memperkuat edukasi di masyarakat karena keluarga dan sekolah tetap menjadi benteng pertama anak. Kalau ada perubahan perilaku atau mulai terpapar pemahaman yang menyimpang, segera lakukan pendekatan dan laporkan agar bisa ditangani sejak dini,” jelasnya. 

“Namun jika sudah sampai melakukan aksi teror, aparat tentu harus bertindak tegas,” tandas Sahroni.

Dalam peristiwa ini, petugas gabungan melakukan penanganan awal terhadap seorang pelajar berinisial R (17 tahun). R ditangani karena berdasarkan hasil penyelidikan awal diduga jadi pemilik barang-barang tersebut. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Susmelawati Rosya mengatakan akan mendalami soal perundungan bullying dengan memeriksa 12 saksi mulai dari siswa, guru, petugas keamanan.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya