Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

Proyek LNG Abadi Masela Sumbang Penerimaan Negara hingga Rp679 Triliun

KAMIS, 16 JULI 2026 | 18:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Proyek LNG Abadi Masela tidak hanya menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi sumber penerimaan negara mencapai sekitar 37,8 miliar dolar atau setara Rp679 triliun.

"Antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam peresmian groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Maluku, Kamis, 16 Juli 2026.

Dengan nilai investasi mencapai USD20,9 miliar atau setara Rp352 triliun, Blok Masela menyimpan potensi cadangan gas sebesar 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dengan kapasitas produksi LNG mencapai 9,5 juta ton per tahun.


Bahlil mengatakan, sekitar 60 persen produksi gas dari Lapangan Abadi akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik guna memperkuat industri nasional.

"Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor," ujarnya.

Pemanfaatan gas domestik tersebut akan menjadi fondasi bagi pengembangan industri hilir, termasuk pembangunan industri pupuk serta pasokan energi untuk PLN, PGN, dan sejumlah perusahaan swasta.

"Pupuk akan membangun industri hilirisasi di sini. Kemudian sebagian gas juga akan kita salurkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta. Langkah ini sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," kata Bahlil.

Selain memberikan kontribusi fiskal, proyek ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja saat memasuki tahap operasi. 

Dengan investasi besar dan pengembangan industri hilir, LNG Abadi Masela diharapkan menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi Maluku serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya