Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

60 Persen Gas Hasil Blok Masela Diprioritaskan untuk Kebutuhan Dalam Negeri

KAMIS, 16 JULI 2026 | 16:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah memastikan mayoritas produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. 

Komitmen itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian groundbreaking PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis, 16 Juli 2026 Kamis, 16 Juli 2026. 

Proyek senilai 21 miliar dolar AS itu akan langsung memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking, diawali dengan pengembangan sumur serta pembangunan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pelabuhan, dermaga, hingga rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC). 


Bahlil memproyeksikan Blok Masela mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, setara 120 MM, serta 35 ribu barel kondensat per hari untuk mendongkrak lifting migas nasional.

Di samping itu, pemerintah juga telah menetapkan skema  60 persen produksi gas dari Blok Masela akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sedangkan sisanya dapat dipasarkan ke luar negeri.

"Dan saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan, Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan 40npersen maksimal untuk kita melakukan ekspor," ujar Bahlil.

Dari 60 persen pasokan gas yang disimpan, akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi, termasuk penyediaan bahan baku bagi industri pupuk. 

Selain itu, gas juga akan dialokasikan kepada PT PLN, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.

"Proyek Abadi Masela memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS, serta distribusi pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi," pungkas Bahlil.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya