Berita

Siswa SMPN 2 Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Negara Jangan Bedakan Murid Kaya dan Miskin Lewat MBG

KAMIS, 16 JULI 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Hendri Satrio mengkritisi wacana Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut murid dari keluarga kaya dan sangat kaya di sekolah yang sama tidak akan menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ada wacana dari BGN, murid kaya dan kaya sekali dalam sekolah yang sama tidak akan dapat MBG. Salah ini menurut saya," kata sosok yang akrab disapa Hensa itu lewat akun X miliknya, Kamis, 16 Juli 2026.

Founder lembaga survei Kedai KOPI itu menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan pengelompokan berdasarkan status ekonomi di lingkungan sekolah.


Menurutnya, apabila kebijakan itu diterapkan, negara justru menciptakan perbedaan kelas di antara peserta didik yang selama ini dihindari dalam sistem pendidikan.

"Kalau ini diberlakukan, negara sudah membedakan 'kelas' warganya. Bisa terjadi gesekan antarkelas yang runcing," katanya.

Hendri mengingatkan, sejak jenjang SD hingga SMA, penggunaan seragam sekolah dan sepatu hitam diterapkan untuk menghilangkan perbedaan antara anak dari keluarga mampu maupun kurang mampu.

"Kenapa kita SD, SMP, SMA dikasih seragam, harus sepatu hitam? Agar tidak ada pembeda antara anak kaya dan anak miskin," ujarnya.

Karena itu, Hendri menyarankan pemerintah mengevaluasi skema pelaksanaan MBG. Menurutnya, program tersebut sebaiknya difokuskan kepada daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan atau dilakukan perubahan mekanisme penyalurannya.

"Semestinya MBG konsentrasi ke daerah miskin yang memerlukan atau melakukan perubahan skema pemberian MBG," pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya